2021, Pemko Padang Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

2021, Pemko Padang Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 30 Desember 2020 | 18:00 WIB Last Updated 2020-12-30T11:00:08Z
Wakil Walikota Padang, Hendri Septa.

mjnews.id - Kota Padang saat ini sudah berada dalam Zona Kuning Covid-19. Wakil Walikota Padang, Hendri Septa menyatakan telah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021 mendatang. Fasilitas dan tenaga kependidikan juga telah memenuhi standar protokol kesehatan.


“Kita sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka. Protokol kesehatan di sekolah-sekolah sudah kita siapkan. Begitu juga tenaga kependidikan juga sudah dilakukan uji swab untuk mendeteksi infeksi virus Covid-19,” kata Hendri Septa, Senin (28/12/2020) usai rapat paripurna pengesahan Perda AKB di DPRD Padang.


“Kita sedang melakukan swab kepada guru-guru yang akan memberikan pembelajaran tatap muka di sekolah. Pada saat ini, 11 ribu guru telah dilakukan swab, dan 10 persen diantaranya terpapar Covid-19 dan saat ini telah sembuh,” tambahnya.


Dia menjelaskan, pihaknya bersama DPRD Padang telah melakukan survey kepada masyarakat tentang kwalitas dari pendidikan daring yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil kajian, banyak orang tua meminta sekolah kembali membuka pembelajaran tatap muka di sekolah.


“Oleh karena itu, sekolah akan dibuka untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka. Dinas Kesehatan telah mengizinkan sekolah di buka walau berada di zona kuning,” ucapnya.


Dalam penerapan pendidikan tersebut, Wakil Walikota menjelaskan proses pembelajaran tatap muka di sekolah hanya tiga jam di sekolah.


“Implementasinya, proses belajar mengajar tatap muka hanya berlaku selama tiga jam dalam sehari. Tidak ada jam istirahat seperti proses pembelajaran sebelum pandemi. Selain itu, kantin-kantin yang ada di sekolah sengaja tidak boleh dibuka,” jelasnya.


Hendri Septa menjelaskan juga, jika, andaikata, terjadi penyebaran Covid-19, maka sekolah akan kembali ditutup.


“Kita harus bisa hidup berdampingan dengan Covid. Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini berakhir. Kasihan anak-anak jika harus tetap belajar di rumah, apalagi tidak ada orang tua yang berlatar belakang bisa menjadi guru. Oleh karena itu, kita akan kawal proses pembelajaran di sekolah ini dengan baik,” ujarnya.


Wakil Ketua DPRD Padang Arnedi Yarmen, menjelaskan juga, pada saat ini daerah telah diberi kewenangan untuk memberikan pembelajaran tatap muka di sekolah, oleh karena itu sarana dan prasarana pencegahan Covid-19 harus diterapkan di sekolah.


“Protokol kesehatan 3M harus disiapkan oleh sekolah yang melakukan pendidian secara tatap muka. Dan saat ini kewajiban kita semua membiasakan diri dalam menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, peran orang tua dalam memberikan pendidikan terhadap anak untuk mewajibkan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas anak,” jelasnya.


Dihubungi terpisah, hal yang berbeda dijelaskan oleh pakar pendidikan IPA/Biologi untuk mitigasi bencana dari Universitas Negeri Padang Muhyiatul Fadilah. Menurutnya, proses pembelajaran tatap muka dibuka kembali di daerah yang benar-benar telah berada di zona hijau.


“Alangkah baiknya proses pembelajaran tatap muka kembali dibuka ketika suatu daerah benar-benar telah berada di zona hijau. Namun, perlu adanya SOP yang jelas dari sekolah dalam menerapkan proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah,” ucapnya.


Lebih lanjut, Muhyiatul Fadilah menjelaskan juga, jika suatu daerah itu telah siap melaksanakan proses pembelajaran tatap muka, maka telah terjadi sebuah kemajuan dalam mitigasi bencana biologi.


“Bicara sekolah, tidak berbicara infratruktur fisik semata. Sebuah sekolah akan terjadi proses interaksi antar individu. Orang tua harus bisa mendukung terciptanya lingkungan sehat disekolah, dengan cara kegiatan dan mobilitasnya di sekolah. Hal ini bertujuan agar memberikan jaminan kesehatan terhadap anak yang melakukan proses pembelajaran secara tatap muka di sekolah,” terangnya.


(bim)

×
Berita Terbaru Update