Anak Bupati Menang Pilkada, 4 Paslon Pilkada Sijunjung Tuding Ada Kecurangan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Anak Bupati Menang Pilkada, 4 Paslon Pilkada Sijunjung Tuding Ada Kecurangan

Kamis, 17 Desember 2020 | 22:00 WIB Last Updated 2020-12-17T18:20:28Z
Konferensi pers soal dugaan kecurangan di Pilkada Sijunjung. (ist)

mjnews.id - Empat pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Sijunjung menolak kemenangan Benny Dwifa Yuswir -Iraddatillah di Pilkada Sijunjung. Mereka menuding ada kecurangan karena Benny dinilai tidak menyerahkan laporan dana kampanye tepat waktu.


“Keterlambatan penyampaian LPPDK patut diduga tidak berdiri sendiri, tapi merupakan puncak dari kurang baiknya kualitas penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Sijunjung, seperti dibiarkannya berlangsung dugaan politik uang dan politisasi birokrasi oleh penyelenggara Pilkada,” kata kuasa hukum keempat paslon yang kalah, Miko Kamal, kepada wartawan di Padang, Kamis (17/12/2020).


“Politisasi birokrasi sangat mungkin terjadi mengingat Calon Bupati Benny Dwifa Yuswir adalah anak dari Bupati Sijunjung yang sedang menjabat,” lanjut Miko.


Menurut dia, berita acara KPU Sijunjung Nomor: 175/Pk.01-BA/1303/Kpu-Kab/XII/2020 tanggal 6 Desember 2020 Benny-Iraddatillah menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) pada 6 Desember 2020 pukul 23.58 WIB. Menurut mereka hal itu menyalahi aturan.


“Sesuai aturan calon harus menyampaikan LPPDK paling lambat satu hari setelah masa kampanye berakhir, yakni pukul 18.00 WIB. Bagi yang terlambat menyampaikan harus dikenai sanksi pembatalan calon. Nah, ini yang terjadi di Sijunjung, di mana paslon menyampaikan LPPDK di luar waktu,” katanya.


Dia mendesak KPU membatalkan kemenangan Benny-Iraddatillah. Dia menyatakan bakal mengambil tindakan hukum jika KPU tidak membatalkan kemenangan Benny. “Jika KPU Sijunjung tidak melaksanakannya, kami akan melakukan tindakan hukum selain tindakan-tindakan hukum yang sudah ditempuh oleh klien kami sebelumnya,” ucap dia dikutip detikcom.


Sementara itu, dua dari empat kandidat yang hadir mengaku terzalimi oleh keputusan KPU Sijunjung. Keduanya adalah Arrival Boy serta pasangan Hendri Susanto-Indra Gunalan.


“Kami merasa sudah sangat terzalimi oleh penyelenggara Pilkada. Kami memang hanya dua paslon yang datang, namun sesungguhnya kami mewakili keempat paslon,” kata Arrival.


Arrival, yang kini menjabat Wakil Bupati Sijunjung, menepis dugaan protes dan gugatan dilakukan karena dirinya kalah. Dia mengklaim protes dilakukan untuk menjaga marwah pemilih.


“Bukan karena kalah. Ini bukan soal itu, tapi semata buat kepentingan daerah. Buat menjaga marwah para pemilih yang sudah menyalurkan haknya. Kalau untuk kepentingan pribadi, buat apa? Secara aturan, kalau pasangan itu dibatalkan yang ada di bawahnya Pak Hendri dan Pak Indra. Buat apa saya ikut kalau begitu,” katanya.


Calon bupati lainnya, Hendri Susanto juga menyampaikan hal yang sama. Dia mengatakan protes yang disampaikan bukan soal kalah atau menang. “Bukan soal kalah dan menang, tapi bagaimana menegakkan marwah hukum. Kalau bisa ditegakkan, bisa dijadikan kado terindah untuk masyarakat Sijunjung,” katanya.


Ketua KPU Sijunjung, Lindo Karsyah, menyatakan pihaknya telah melaksanakan Pilkada 2020 sesuai aturan yang ada. Dia menjelaskan kronologi penyampaian LPPDK Paslon bernomor urut 3 tersebut.


“Operator dari Paslon 3 datang ke KPU pukul 15.45 WIB guna menyampaikan LPPDK dengan membawa dokumen-dokumen yang ada. Setelah dicermati oleh petugas KPU, ada beberapa poin yang masih tertinggal dan perlu diperbaiki, sehingga tim Paslon diberi kesempatan memperbaiki,” katanya.


“Penyampaian LPPDK yang dalam aturan harus diserahkan satu hari setelah massa kampanye berakhir pukul 18.00 WIB waktu setempat adalah diukur dari kedatangan operator atau petugas SIDAKAM Paslon ke KPU dan bukan bermakna batas akhir pemberian tanda terima LPPDK,” tambah Lindo.


Bakal gantikan sang ayah

Sebelumnya, KPU Sijunjung menetapkan pasangan Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah sebagai peraih suara terbanyak Pilkada Sijunjung 2020. Benny merupakan anak Bupati Sijunjung saat ini, Yuswir Arifin.


Ketua KPU Sijunjung Lindo Karsyah mengatakan partisipasi pemilih di Pilkada 2020 mencapai 70,98 persen dari total 156.954 orang yang terdaftar di DPT. Dari hasil rekapitulasi penghitungan suara, Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah mendapatkan suara paling banyak. “Pasangan Benny Dwifa Yuswir-Iraddatillah mendapatkan suara terbanyak,” kata Lindo kepada wartawan, Kamis (17/12).


Benny-Iraddatillah diusung koalisi Golkar, NasDem, PPP, dan PBB. Pasangan itu mendapatkan 27.301 suara (25,1 persen). Mereka mengalahkan empat pasangan calon lainnya, termasuk wakil bupati petahana, Arrival Boy.


Arrival Boy, yang berpasangan dengan Mendro Suarman, diusung Gerindra dan Perindo. Mereka memperoleh 21.385 suara (19,6 persen) dan berada di posisi ketiga.


Posisi kedua ditempati oleh pasangan Hendri Susanto-Indra Gunalan, yang diusung PKS-PKB, dengan 24.376 suara (22,3 persen). Selanjutnya, ada pasangan Ashelfine-Sarikal, yang diusung PAN, PDIP, dan Demokrat, dengan 18.955 suara (17,4 persen).


Sementara itu, Endre Saifoel, yang maju dari jalur independen, berada di peringkat terakhir perolehan suara. Endre, yang berpasangan dengan Nasrul, mendapat 17.142 suara atau 15,5 persen.


(dtc/def)

×
Berita Terbaru Update