Aplikasikan 6 Langkah Strategis, Muhammadiyah Optimis Covid-19 Terkendali pada 2022

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Aplikasikan 6 Langkah Strategis, Muhammadiyah Optimis Covid-19 Terkendali pada 2022

Senin, 28 Desember 2020 | 15:02 WIB Last Updated 2020-12-28T19:44:30Z
Agus Samsudin.

mjnews.id - Dengan mengedepankan semangat Al-Ma’uun dan gelora menolong sesama, Muhammadiyah tercatat sebagai organisasi yang paling intensif dalam menghadapi pandemi Covid-19. Diperkirakan, wabah ini baru akan terkendali sepenuhnya paling optimis pada 2022.


Demikian dijelaskan Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Agus Samsudin dalam rilis akhir tahunnya yang disiarkan melalui saluran informasi resmi muhammadiyah.or.id yang dikelola Pimpinan Pusat Muhammadiyah.


“Secara pribadi saya merasakan spirit al-ma’uun segenap keluarga besar Muhammadiyah dalam menghadapi wabah ini. Dalam sepuluh bulan menangani Covid-19 melalui MCCC, saya merasakan, warga Muhammadiyah bergerak kompak dalam membantu siapapun yang membutuhkan,” jelasnya.


Agus menjelaskan, tanpa memerlukan komando dari eksponen pimpinan persyarikatan, warga Muhammadiyah tiba-tiba turun tangan membantu, mulai dari hal yang paling sederhana dalam bentuk berbagi sembako, sampai kepada hal terumit yang memerlukan keterampilan dan keahlian teknis.


Dikatakannya, selama sepuluh bulan menghadapi pandemi, MCCC bersama keluarga besar Muhammadiyah telah melakukan banyak hal. Paling tidak, tegasnya, ada enam garis utama kegiatan yang dilakukan, yakni pencegahan, pengobatan, konsolidasi organisasi, kerjasama, publikasi dan advokasi, serta ketahanan pangan.


Dalam hal pencegahan, ulas Agus, boleh dikatakan seluruh aturan, fatwa terkait Covid-19, baik bersifat pemikiran maupun yang tidak dipublikasikan. Paling tidak, ujarnya, ada 18 produk utama di bagian pencegahan, mulai dari informasi tentang Covid-19, sampai kepada pola hidup sehat, tuntunan ibadah, survei, hingga penyemprotan disinfektan di 49 ribu lokasi.


Sementara untuk pengobatan, menurutnya ada 84 rumah sakit Muhammadiyah yang merawat lebih dari 13.813 pasien. Untuk menggerakkannya Muhammadiyah membentuk MCCC di seluruh wilayah, daerah, dan cabang Muhammadiyah seluruh Indonesia.


“MCCC bekerjasama pula dengan mitra lokal dan internasional seperti Wardah, Gojek, Baznas, DFAT Australia, USAID Amerika Serikat, Temasek Singapura, Unicef, dan WHO. Total nilainya mencapai Rp150 miliar. Agak ironis, MCCC belum pernah menerima bantuan dari satuan tugas penanganan Covid-19 pemerintah Indonesia,” ujarnya.


Hal lain yang teramat penting, menurutnya adalah kegiatan publikasi dan advokasi, menggunakan saluran media TVMu, radio, webinar, konsultasi psikologi dan agama, sampai kepada publikasi di media mainstream, online, dan media sosial.


“Semua saluran komunikasi digunakan secara simultan, dan setiap minggu selalu ada kegiatan terkait edukasi dan publikasi wabah Covid-19. Berkat publikasi yang luas itu pulalah, Muhammadiyah dikenal masyarakat sebagai organisasi paling peduli dalam penanganan Covid-19 ini,” katanya.


Untuk ketahanan pangan, menurut Agus, jangka pendek Muhammadiyah melakukannya dalam bentuk pembagian sembako yang jumlahnya mencapai 500 ribu paket. Gerakan ini ditopang sepenuhnya gerakan sembako Aisyiyah. Untuk jangka menengah Muhammadiyah melakukan urban farming, pembuatan masker mandiri, program cantelan, dan pelatihan fasilitator.


“Total dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp450 miliar, di luar biaya perawatan pasien di rumah sakit. Ada 28 juta jiwa anak bangsa Indonesia yang menjadi penerima manfaat kegiatan MCCC. Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indonesia, mengkontribusi lebih dari Rp110 miliar melalui berbagai inovasi program,” jelasnya.


(mus)

×
Berita Terbaru Update