Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar Raih Nirwasita Tantra dan Green Leadership

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar Raih Nirwasita Tantra dan Green Leadership

Senin, 21 Desember 2020 | 22:04 WIB Last Updated 2020-12-21T21:26:34Z
Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar Raih Nirwasita Tantra dan Green Leadership.

mjnews.id - Jelang mengakhiri kepemimpinannya sebagai Gubernur Sumbar dua periode, H. Irwan Prayitno kembali meraih penghargaan. Senin (21/12/2020), dia dan Ketua DPRD Sumbar, Supardi sama-sama menerima penghargaan meraih peringkat satu Anugerah Nirwasita Tantra dan Green Leadership dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., di Manggala Wanabakti.


“Kita sudah mendapatkan penghargaan ini sejak 10 tahun terakhir,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumbar, Ir. Hj. Siti Aisyah, MSi.


Dalam rentang 10 tahun tersebut disampaikan Bu Ica—sapaan akrabnya—Sumbar selalu bertengger pada posisi tiga besar. “Kadang kita juara satu, dua, atau tiga, kecuali pada 2015 keluar dari posisi tiga besar,” tuturnya yang turut mendampingi Gubernur dan Ketua DPRD menerima penghargaan tersebut.


Dulu disampaikannya, yang dinilai untuk penghargaan ini hanya data saja. Namun sekarang juga dilihat dari komitmen, penguasaan masalah kepala daerah dan dilengkapi dengan tinjauan lapangan oleh tim.


“Jadi sinkron antara data, komitmen, dan penguasaan kepala daerah. Bahkan, terakhir juga ada dukungan dari DPRD yang disinkronkan juga dengan fakta lapangan dengan melihat ukuran indeks kualitas lingkungan,” rincinya lagi.


Sebelumnya, penghargaan ini bernama Penghargaan Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD), namun sejak 2016 berubah nama menjadi Nirwasita Tantra yang digandengan dengan Green Leadership.


Dalam jumpa pers yang berlangsung di DLH Sumbar, Sekretaris DLH, Ir. Novarita yang mewakili Kepala DLH juga menuturkan, sejak satu tahun terakhir atau pada 2019 dan sebelum pandemi, telah dilakukan verifikasi lapangan oleh tim panelis dan perwakilan dari KLHK untuk melihat kesesuaiannya.


“Jadi pada 2020 ini, pemberian penghargaan berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pada 2019, sedangkan 2020 belum diberikan karena kondisi Covid-19 dan mekanisme penilaian tidak sama dengan tahun sebelumnya,” terangnya.

 

Terbanyak

Untuk penghargaan sejenis tingkat kabupaten/kota, Sumbar lanjutnya merupakan provinsi terbanyak menerima. “Ada enam kabupaten/kota yang menerima, yaitu Dharmasraya yang menerima penghargaan untuk peringkat dua kategori kabupaten kecil, Pesisir Selatan peringkat dua kategori kabupaten sedang. Kemudian Padang meraih peringkat tiga kategori kota besar. Tiga lainnya, yaitu Padang Panjang, Payakumbuh, dan Bukittinggi masing-masing peringkat satu, dua dan tiga pada kategori kota kecil. Jadi di kategori kota kecil, kita semua yang memborong penghargaannya,” terangnya.


Novarita juga mengatakan, penyerahan anugerah di masa pandemi ini beda dengan sebelumnya. “Khusus untuk Gubernur dan Ketua DPRD diserahkan secara factual atau langsung oleh Ibu Menteri, sedangkan kabupaten/kota diserahkan secara virtual,” terangnya.


Bersamaan dengan itu, KLHK juga menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada Zofrawandi, Walinagari Indudur IX, Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok yang meraih penghargaan pembina Lingkungan melalui konservasi sumber daya hutan, konservasi air, dan pembibitan atau persemaian, penanaman, pemeliharaan dan adposi pohon. Juga kepada Yal Yudian, selaku petani di Jorong Taratak Baru, Nagari Padang Laweh Selatan, Koto VII, Sijunjung. Dia meraih penghargaan untuk kategori khusus Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai Pemuda Inspiratif Lingkungan dengan kegiatan yang dilakukan pemulihan dan pemanfaatan lahan bekas tambang.


Selain itu, Sumbar juga diserahkan penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dan Proper. Tropi dan Sertifikat Proklim Utama diraih Jorong Bukit Buar Nagari Paru, Sijunjung. Sedangkan 16 jorong lainnya meraih sertifikat Proklim Utama, dan dua RT serta Kelurahan meraih Sertifikat Proklim. Untuk Proper diraih tiga dunia usaha, yakni PT Pertamina (Persero) Marketing Operation I Integrated Terminal Teluk Kabung, Padang, kemudian PT Pertamina (Persero) Marketing Operation I Depot Pengisian Pesawat Udara Minangkabau, Padang Pariaman, dan PT Agrowiratama, Pasaman Barat.


“Ketiganya meraih Proper Hijau,” pungkas Novarita yang didampingi dua stafnya, Yanti dan Hendri.


(yni/eds)

×
Berita Terbaru Update