Keltan Aur Serumpun Pasaman Ikuti FGD Usaha Pengolahan Jagung

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Keltan Aur Serumpun Pasaman Ikuti FGD Usaha Pengolahan Jagung

Minggu, 20 Desember 2020 | 17:35 WIB Last Updated 2020-12-21T18:59:25Z
THP Unand Bersama Kelompok Tani Aur Serumpun Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati, Kabupaten Pasaman.

mjnews.id - Dalam membantu meningkatkan kapasitas Kelompok Tani (Keltan) Aur Serumpun Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati (Simpati), Dosen Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP) berkolaborasi dengan dosen dari jurusan Teknik Pertanian dan Biositem beserta dosen dari jurusan Kimia Universitas Andalas (Unand) yang difasilitasi oleh Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) LPPM Universitas Andalas menggelar Forum Group Discussion (FGD) beserta penandatangan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk membantu mitra tumbuh kembang dengan rencana usaha pengolahan jagung serta produksi kompos untuk periode 2 sampai 3 tahun kedepan.


Kegiatan FGD dengan Kelompok Tani Aur Serumpun ini digelar di Restoran Sederhana Padang, Minggu (20/12/2020).


Dari kegiatan FGD yang telah dilakukan selama ini, baik yang dilakukan secara daring maupun diskusi langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.


Diketahui, Kelompok Tani Aur Serumpun merupakan kelompok tani yang sudah cukup lama berkecimpung dalam pengelolaan komoditas jagung di Nagari Simpang, Kecamatan Simpati.


Kelompok Aur Serumpun diketuai oleh Masril, dimana kegiatan utama kelompok tani ini adalah membudidayakan tanaman jagung dan menjual biji jagung untuk bahan baku pakan ternak.


“Saat ini, biji jagung dijual ke daerah Payakumbuh. Pada saat ini, proses pengeringan biji jagung hanya dilakukan secara manual, sehingga ada kalanya jagung tidak dapat dikeringkan secara sempurna. Untuk itu, perlu dikenalkan teknologi pengolahan jagung untuk mengantisipasi produk biji jagung yang tidak dapat dikeringkan secara sempurna,” ujar Masril selaku ketua kelompok tani.


Selain itu, kata Masril, dengan tingginya produksi biji jagung, banyaknya limbah tongkol jagung juga semakin banyak dan dapat menggangu proses pengeringan karena lahan jadi terpakai untuk menampung limbah yang dihasilkan.


Saat ini, Kelompok Tani Aur Serumpun sangat mengharapkan transfer teknologi dan pendampingan terhadap permasalahan alternatif pengolahan biji jagung serta pengolahan limbah tongkol jagung yang jumlahnya sangat banyak.


Kelompok tani mengharapkan selain mengolah sendiri biji jagung yang selama ini langsung dijual ke daerah payakumbuh dan limbah tongkol jagung yang setiap pemanenan terus bertambah menjadi permasalahan yang sangat mengganggu karena akan mengganggu lahan pengeringan yang sudah ada.


Saat ini, selain ditumpuk limbah tongkol jagung dibakar yang menjadi potensi pencemaran lingkungan. Dari hasil diskusi, disepakatilah bahwa akan dikenalkan dan laksanakan program kerja sama berkelanjutan antara Masril sebagai Ketua Kelompok Tani Aur Serumpun dengan dosen Unand yang dalam hal ini diwakili oleh tim PKM Unand yang terdiri dari Daimon Syukri, Nika Rahma Yanti, Emil Salim, Ismed, Cesar Welya Refdi, Wellyalina, Felga Zulfia Rasdiana dan Aisman yang didukung oleh tim Pakar dari Jurusan THP Unand yang diketuai oleh Prof Dr Kesuma Sayuti MS.


Dosen Unand akan memperkenalkan pengembangan usaha jagung dengan memproduksi jenis kerupuk jagung yang dikenal juga dengan istilah tortilla chips, beserta teknologi pengolahan kompos dari limbah tongkol jagung.


“Kecenderungan konsumen yang lebih menyukai produk makanan ringan yang praktis dan siap santap seperti tortila ini nampaknya memberikan harapan baru bahwa diversifikasi jagung menjadi tortila dapat diterima oleh masyarakat secara umum,” ujar ketua tim PKM THP Unand, Daimon Syukri.


Selain itu, tambah Daimon, sudah diketahui secara umum bahwa pembuatan kompos merupakan salah satu jenis kegiatan yang dapat memberikan banyak keuntungan. Selain dapat mengurai sampah organik, produksi kompos selain dapat dijual, produk kompos dapat digunakan oleh petani itu sendiri untuk menunjang proses budidaya bahan baku yang mereka lakukan.


“Dengan adanya program kerjasama antara Unand dengan kelompok tani Aur Serumpun ini, maka akan dilakukan kegiatan rutin berupa pengenalan teknologi pengolahan hasil pertanian terhadap masyarakat di nagari Simpang secara berkala, dan program ini sudah direalisasikan mulai bulan Desember tahun ini sampai tiga tahun ke depan,” pungkas Daimon Syukri.


(*/amr)

×
Berita Terbaru Update