Khatam Alquran Masjid Nurul Huda Ganting, Orang Tua Ikut Menguji, Bako Turut Berpartisipasi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 4 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.467 251 27.798 652
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Khatam Alquran Masjid Nurul Huda Ganting, Orang Tua Ikut Menguji, Bako Turut Berpartisipasi

Selasa, 29 Desember 2020 | 05:02 WIB Last Updated 2020-12-28T22:02:01Z
Khatam Alquran Masjid Nurul Huda Ganting.

mjnews.id - Ada yang unik dalam pelaksanaan Khatam Alquran di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Ganting, Kecamatan Padang Panjang Timur. Jika di banyak tempat, hanya para santri yang merasakan khatam, di Nurul Huda orang tua dan bako pun wajib terlibat.


Seperti pelaksanaan khatam, Minggu (27/12/2020), para orangtua turut menguji bacaan dan hafalan Alquran anaknya. Dengan demikian, orang tua bisa mengetahui sejauhmana anaknya mendalami Alquran dan bisa membandingkan hasilnya jauh sebelum mereka belajar mengaji. Tidak hanya orang tua, bako (keluarga dari pihak ayah) juga turut dilibatkan.


“Keterlibatan wali murid pada pelaksanaan Khatam Alquran sampai ke bakonya. Beban dari bako itu, namanya bangkiah tuo yang berisi beras 10 liter, uang Rp100 ribu, dan wajib dibawa keluarga besar ayahnya. Maka pada hari ini hadirlah seluruh bako itu,” kata Ketua Pengurus Masjid Nurul Huda Ganting, Masrizal Datuak Lelo Angso.


Menurut Masrizal, dalam hal pendidikan Islami, pihaknya memang lebih mengedepankan peran orangtua untuk membentuk karakter anaknya. Tak hanya orangtua, para sanak famili pun juga ikut dilibatkan. Tradisi ini sudah berjalan 10 tahun belakangan. 


Untuk tahun ini, lanjut Masrizal, di Masjid Nurul Huda Gantiang ada sebanyak 33 santri yang melaksanakan Khatam Alquran. Mereka terdiri dari 19 perempuan dan 14 laki-laki. 


Saat anaknya tampil, orang tua duduk persis di depan anaknya sembari menyaksikan tilawah Alquran yang dibawakan putra-putri mereka di mimbar. Tak hanya itu, para orang tua ini juga berkesempatan untuk menguji sejauh mana hafalan yang telah dipelajari anaknya itu.


“Keterlibatan orang tua tak hanya saat khatam ini saja. Pada kegiatan lain, para orang tua ini juga kami libatkan. Salah satunya saat Subuh Mubarokah atau didikan subuh tiap minggunya. Orangtua dituntut untuk mengantarkan anaknya ke masjid dan ikut melaksanakan Shalat Subuh berjamaah. Kami menerapkan, kalau orang tuanya tidak ikut mengantar, maka anaknya akan dianggap tidak hadir,” ungkapnya.


Disebutkannya, dulu ketika anak diantarkan ke TPA, mereka dalam keadaan miskin ilmu. “Belum tahu apa-apa, lalu diserahkan ke sini. Setelah 4 tahun belajar di TPA, pada hari ini orang tuanya menjemput anaknya kembali. Maka ditampilkan dia menyaksikan dan bahkan menguji anaknya. Dan tradisi ini sudah berlangsung selama 10 kali khatam Alquran,” terangnya.


Masrizal berharap, setelah khatam ini bisa melahirkan generasi yang Qurani, yang berilmu pengetahuan, yang terdepan di segala bidang. “Yang pasti belajar Alqurannya lebih bagus setiap hari. Apa yang telah didapat selama di TPA, dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari nantinya,” harapnya.


Sementara itu, Walikota Padang Panjang H. Fadly Amran Dt. Paduko Malano yang hadir pada kesempatan tersebut turut memberikan motivasi kepada seluruh santri. Fadly berpesan kepada para santri yang khatam untuk terus membaca, mempelajari, mengamalkan, serta mensyiarkan ajaran Alquran di dalam kehidupan.


Sebab, kata Fadly, jika dunia tidak memiliki fondasi dari ajaran Alquran, tentu hidup dan perilaku santri menjadi hampa dan tidak terkontrol, karena tidak dilandasi dengan ajaran Islam yang kokoh. Ketika santri telah menamatkan Alquran, akan memotivasi diri untuk mempelajari dan mengamalkan lebih dalam ajaran Islam. Sehingga membuat kehidupan mereka lebih tertata dan menjadi teladan di masa depan.


Kepada para orang tua, Fadly meminta agar selalu menanamkan minat baca Alquran kepada anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif, serta senantiasa mendorong anak-anak menjadi hafizh atau penghafal Alquran. "Anak-anak jangan hanya sekadar bisa membaca Alquran, tetapi marilah diberikan dorongan untuk menjadi hafizh. Anak-anak yang senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan Alquran akan menolong nantinya di dunia dan di akhirat," katanya.


Fadly mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pengurus masjid dan seluruh masyarakat di Kelurahan Ganting yang telah ikut melakukan dan menyukseskan kegiatan ini. "Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada para ustadz dan ustadzah karena telah menjadikan anak-anak pintar membaca Alquran," tuturnya. 


Turut hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPRD, Zulfikri Dt. Gindo Malano, Camat Padang Panjang Timur, Doni Rahman Datuak Simarajo, lurah, ketua LPM dan tokoh masyarakat.


(son)

×
Berita Terbaru Update