Kota Padang dan Pariaman Terbaik Penanganan Covid-19 di Sumbar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 7 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.706 249 28.022 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Kota Padang dan Pariaman Terbaik Penanganan Covid-19 di Sumbar

Minggu, 20 Desember 2020 | 18:02 WIB Last Updated 2020-12-20T17:26:54Z
Jasman Rizal.

mjnews.id - Sebanyak 12 daerah di Sumbar masuk kategori zona orange atau status sedang. Dari jumlah daerah berstatus sedang tersebut Kota Padang dan Pariaman memiliki skor tertinggi penanganan Covid-19 terbaik dibanding daerah lain.


“Tingginya skor penilai penanganan kasus Covid-19, menunjukkan Kota Padang dan Pariaman berhasil menekan laju perkembangan covid-19 di daerahnya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (20/12/2020).


Dijelaskannya, semakin tinggi skor, semakin baik pengendalian penyebaran Covid-19 di daerah tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-41 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Barat, maka mulai 20 Desember 2020 sampai 26 Desember 2020.


“Yang paling rendah skornya itu adalah Kabupaten Solok dan Sawahlunto. Kita harapkan semua kabupaten dan kota lebih mengintesifkan pemeriksaan sample kepada warganya yang bertujuan agar penyebaran dan penangananan covid-19 dapat lebih baik lagi,” terang Jasman.


“Kabupaten Sijunjung dan Payakumbuah mengalami peningkatan yang signifikan dalam mengatasi penyebaran covid-19 di minggu ke-40 pandemi di Sumatera Barat. Kabupaten Kepulauan Mentawai masih mempertahankan sebagai satu-satunya di Sumatera Barat yang belum ada kasus kematian di daerahnya,” ujarnya.


Sedangkan zonasi hijau, tidak ada kasus. Tidak ada tercatat penambahan kasus covid-19 dalam 1 bulan terakhir dan jika ada yang positif telah sembuh seluruhnya serta tidak ada kasus meninggal 1 bulan terakhir.


“Berdasarkan data tersebut di atas, pada minggu ke-40 pandemi covid-19 di Sumatera Barat, tidak ada daerah dengan zonasi merah dan hijau,” kata Jasman.


Sementara, sampai minggu ke 40 masa pandemi covid-19 di Sumatera Barat, persentase tertinggi kasus kematian pasien covid-19 di Sumatera Barat masih terjadi di Kabupaten Pasaman Barat (5,22%) dan terendah adalah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sampai saat ini belum ada kasus meninggal dunia (0%).


Indikator Kesmas

Indikator kesehatan masyarakat yang terbagi menjadi 11 (sebelas) indikator epidemiologi, 2 (dua) indikator surveilans kesehatan masyarakat dan 2 (dua) pelayanan kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.


“Penurunan jumlah kasus positif selama dua minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%). Jumlah kasus aktif pada pekan terakhir kecil atau tidak ada. Penurunan jumlah meninggal dari kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%),” terang Jasman lebih jauh.


Kemudian, penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%), penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%).


Penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS selama 2 minggu terakhir dari puncak (target lebih besar sama dengan 50%) kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif.


Insiden kumulatif kasus positif per 100.000 penduduk. Penurunan laju insidensi kasus positif per 100.000 penduduk.Penurunan angka kematian per 100.000 penduduk. Jumlah pemeriksaan sample diagnosis mengikuti standar WHO (1 orang diperiksa per 1000 penduduk per minggu) pada level provinsi. Jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama 2 minggu. Positivity rate kurang dari 5% (dari seluruh sampel diagnosis yang diperiksa, proporsi positif hanya 5%).


Jumlah tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19. Jumlah tempat tidur di RS rujukan mampu menampung lebih dari 20% jumlah ODP, PDP, dan pasien positif Covid-19.


(rel/eds)


loading...

×
Berita Terbaru Update