Libur Nataru, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat di Rumah Saja

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Libur Nataru, Gubernur Sumbar Minta Masyarakat di Rumah Saja

Senin, 21 Desember 2020 | 21:02 WIB Last Updated 2020-12-21T20:04:14Z
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno.

mjnews.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pengendalian kegiatan masyarakat dalam mencegahan Covid-19 pada masa libur Natal dan tahun baru 2021 (Nataru). Surat itu ditujukan pada bupati/walikota se Sumbar.


Dalam SE tersebut, gubernur mengimbau agar warga tetap berada di rumah masing-masing saat malam perayaan tahun baru. Jika harus keluar rumah, hendaknya hanya untuk keperluan mendesak saja.


”Mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap berada di rumah saat perayaan natal dan tahun baru 2021. Serta tidak melakukan perjalanan atau kegiatan di luar rumah kecuali untuk hal mendesak,” kata Irwan dalam keterangan tertulis, Senin (21/12/2020).


Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru, setiap pelaku usaha, tempat ibadah, tempat wisata dan fasilitas umum yang buka saat masa libur tersebut, wajib menerapkan protokol kesehatan ketat. Seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tidak membuat atau menghadiri kegiatan yang dapat menyebabkan kerumunan.


Untuk merealisasikan Surat Edaran Nomor 360/234/Covid-19-SBR/XII-2020 tersebut, Pemprov Sumbar mengerahkan aparat keamanan yang terdiri dari satuan Polisi Pamong Praja, TNI, dan Polri.


Irwan juga mengimbau kepada bupati dan wali kota se-Sumbar untuk dapat melaksanakan aturan tersebut dengan penuh tanggung jawab.


Disebutkannya, kebijakan penanganan kesehatan terhadap Covid-19 selama ini cukup bagus, karena angka kematian akibat Covid-19 hanya 2,1 persen. Angka ini sangat rendah di bawah nasional dan standar dunia. Sementara, angka kesembuhan pasien Covid-19 mendapai 90 persen, jauh di atas angka nasional.


”Saat ini, bahkan rumah sakit masih banyak yang belum terisi. Tempat karantina juga masih banyak yang bisa menampung. Testing melalui test swab yang dilaksanakan angkanya juga bisa mencapai ribuan. Dengan kondisi ini, penanganan kesehatan semuanya terkendali. Kesehatan terkendali ekonomi juga meningkat. Kan bagus. Semuanya berjalan keduanya,” terang Irwan.


(rel/eds)

×
Berita Terbaru Update