Muhammadiyah Habiskan Lebih Rp 307 Miliar Lawan Covid-19

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Muhammadiyah Habiskan Lebih Rp 307 Miliar Lawan Covid-19

Senin, 21 Desember 2020 | 03:05 WIB Last Updated 2020-12-21T18:01:58Z


mjnews.id - Persyarikatan Muhammadiyah tercatat sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang konsisten dalam menangani pandemi Covid-19. Berbagai agenda dilaksanakan, melibatkan semua elemen organisasi yang dikoordinasikan melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC).


"Antara pemerintah pusat dengan provinsi, kota, dan kabupaten terkadang terjadi silang kebijakan, sehingga membingungkan rakyat. Peraturan pemerintah sering tidak konsisten. MCCC pun terkadang juga dibuat bingung," ujar Wakil Ketua MCCC Rahmawati Husein, beberapa waktu lalu.

 

Rahmawati mengatakan hal itu, pada seminar nasional yang digelar secara virtual, kerjasama Kementerian Koordinator PMK bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengambil tema Peran Strategis Ormas Keagamaan dalam Penanggulangan Covid-19.


Dikatakan, pemerintah pusat juga terkadang mengubah kebijakan secara mendadak, seperti melonggarkan dengan tiba-tiba Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), rencana pembukaan sekolah kembali, tempat ibadah, dan kebijakan lain yang kadang tidak konsisten.


Selain soal penanganan pandemi, Rahmawati juga menyorot pendistribusian bantuan yang terkesan rumit dan birokratis. "Kita berharap pendanaan untuk kegiatan institusi, sekolah, rumah sakit, dan lain-lain, prosedurnya harus jelas dan ringkas, tidak berbelit, dan tidak template," sebutnya.

 

Kendati menghadapi berbagai kendala di lapangan, termasuk soal kebijakan pemerintah yang dinilai terkadang tidak konsisten itu, Muhammadiyah tetap meningkatkan kiprahnya dalam menangani Covid-19. Sejauh ini, sebutnya, Muhammadiyah sudah menghabiskan dana sedikitnya Rp307 miliar dalam menangani wabah itu.

 

Sekitar 28 juta warga Indonesia, sebutnya, sudah mendapat manfaat dari usaha-usaha Muhammadiyah menangani Covid-19 di negeri ini.

 

Situs resmi Muhammadiyah kemarin juga melansir, ada empat poin strategis yang dilakukan Muhammadiyah di bawah komando MCCC dalam menanggulangi Covid-19 tersebut, yakni penyuluhan, pelayanan kesehatan, advokasi kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat yang menyasar seluruh warga negara Indonesia, tanpa melihat latar belakang, suku, ras dan agama.

 

Untuk mengintensifkan kegiatan, MCCC juga bekerja sama dan berkolaborasi dengan banyak pihak internasional, diantaranya DFAT Australia, USAID, WHO, Unicef, Temasek, dan TAF.


Sementara itu, Agus Sartono, salah seorang deputi pada Kemenko PMK, pada kesempatan itu menegaskan, sejauh ini pemerintah masih membutuhkan Muhammadiyah dalam menangani pandemi Covid-19 tersebut.


"Pemerintah masih butuh Muhammadiyah dan ormas keagamaan lainnya. Agenda berikut adalah sosialisasi vaksin, setelah berhasil melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Ini jelas amat dibutuhkan dukungan dan upaya bersama ormas, terutama Muhammadiyah," ujarnya yang berbicara mewakili Menko PMK Muhadjir Effendy.


Dikatakan, menjelang libur panjang 2020 dan menyambut tahun baru 2021, pemerintah sangat mengkhawatirkan akan memperbesar penyebaran Covid-19. Himbauan yang dikeluarkan pemerintah daerah, tegasnya, dikhawatirkan sulit terealisasi tanpa adanya dukungan dari ormas keagamaan.


(Musriadi Musanif)

×
Berita Terbaru Update