Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam Kompak Keluarkan Aturan Larangan Perayaan Malam Tahun Baru

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Pemko Bukittinggi dan Pemkab Agam Kompak Keluarkan Aturan Larangan Perayaan Malam Tahun Baru

Kamis, 31 Desember 2020 | 02:02 WIB Last Updated 2020-12-30T19:02:03Z
Suasana di malam hari di kawasan Jam Gadang, Kota Bukittinggi. (ist)

mjnews.id - Pemerintah Kota Bukittinggi melarang masyarakat mengadakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan memasuki libur tahun baru 2021. Hal ini merupakan bagian dari upaya pencegahan penularan Covid-19 di kota ini.


“Saya tegaskan, tidak diperkenankan adanya kegiatan perayaan malam tahun baru di tengah pandemi Covid-19 ini. Perlu dipahami wabah ini belum reda”, kata Walikota Ramlan Nurmatias kepada awak media, kemarin.


Kebijakan yang telah diputuskan bersama Forkopimda, jelasnya semata-mata untuk melindungi warga kota, agar pasca tahun baru 2021, masyarakat tetap sehat dan tidak ada yang terpapar Covid-19.


Ramlan Nurmatias menambahkan, akses menuju kawasan Jam Gadang pada saat pergantian tahun baru nanti bakal ditutup, untuk menghindari kerumunan. Pihaknya telah menginstruksikan stakeholder terkait untuk mengatur mobilisasi massa agar tidak berbondong-bondong ke kawasan Jam Gadang di malam pergantian tahun baru nanti.


Pada prinsipnya, sambung Ramlan, Pemko Bukittinggi masih komit dan tetap mengedepankan penegakan Perda Nomor 06 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Setiap orang yang kedapatan melanggar protokol kesehatan dapat dikenakan sanksi. Intinya, karena pergantian tahun baru masih di masa pandemic covid 19, warga diimbau lebih baik di rumah. Jangan paksakan diri  untuk datang ke tempat kerumunan karena dikhawatirkan beresiko penularan covid 19.


Sementara itu Pemerintah Kabupaten Agam menutup seluruh objek wisata saat malam pergantian tahun 2020 ke 2021.Kepala Disparpora Agam, Syatria di Lubuk Basung, Selasa (29/12/2020) mengatakan, penutupan dilakukan mulai pukul 18.00 WIB dan kembali dibuka esok paginya.


Hal ini untuk menindak lanjuti surat edaran Bupati Agam, tentang pergantian tahun baru masehi di daerah itu.


Hal ini dilakukan agar objek wisata tidak dijadikan masyarakat sebagai tempat melakukan aktivitas, yang nanti dapat melanggar norma agama dan adat Minangkabau.


“Pengelola wisata diminta agar komitmen dengan aturan yang sudah ditegakkan,” katanya.


Setidaknya, penutupan objek wisata dapat meminimalisir terjadinya perbuatan yang melanggar norma agama dan adat. Selain itu juga pengelola penginapan agar tidak menerima tamu yang statusnya tidak jelas, seperti pasangan bukan muhrim.


(irm/ril)

×
Berita Terbaru Update