Sampai Jumat, Bandara Internasional Minangkabau Belum Terapkan Rapid Test Antigen

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Sampai Jumat, Bandara Internasional Minangkabau Belum Terapkan Rapid Test Antigen

Sabtu, 19 Desember 2020 | 10:02 WIB Last Updated 2020-12-19T03:02:00Z
Menyambut libur Natal dan Tahun Baru, PT AP II BIM bersama stakeholder lainnya menyiapkan Posko Terpadu untuk memonitoring pergerakan di bandara tersebut. (ist)

mjnews.id - Pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru (Nataru) 2021 ini diperkirakan akan terjadi lonjakan penggunaan pesawat udara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Lonjakan diprediksi berkisar lima hingga 10 persen.


“Itu perkiraan kita dari jumlah penumpang pada bulan lalu yang sudah mencapai 4.000 an orang, apalagi juga ada penambahan ekstra flight dari Citilink dan kehadiran Air Asia dijalur domestik. Tapi, kita sekarang tidak bicara perbandingan dengan tahun, karena kondisinya sangat jauh berbeda,” kata Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Yos Suwagiono usai Upacara Pembukaan Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru 2021 di pintu Terminal Kedatangan Internasional, Jumat (18/12/2020).


Namun, angka itu menurutnya bisa saja terkoreksi mengingat akan adanya perubahan dari surat edaran Gugus Tugas Covid-19, Menteri Perhubungan RI, maupun Menteri Kesehatan RI terkait keharusan penggunaan Rapid Test Antigen pada setiap orang yang melakukan perjalanan udara, laut, dan darat.


“Yah, kita tahu, dari sisi perbedaan harga, jelas masyarakat agak keberatan, yakni sekitar Rp150 ribuan,” ujarnya.


Tapi, ditegaskan EGM, sampai kemarin, di BIM berdasarkan kesepakatan bersama dengan Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayah VI, penerapan rapid test antigen belum menjadi keharusan.


“Sementara ini, kita masih menunggu perubahan SE (surat edaran-Red) baik dari Gugus Tugas, dari Kemenhub, dan Kementerian Kesehatan. Karena sampai saat ini kita belum terima SE-nya, makanya kita sepakat dengan Kepala Otban sebagai regular untuk sementara ini masih menerapkan minimal rapid test antibodi. Saya sendiri juga tak mau masyarakat menjadi resah,” tegasnya.


Bila SE itu diterima, maka pihaknya juga akan segera pula menerapkan rapid test antigen kepada seluruh penumpang. Demi memudahkan masyarakat, PT AP II BIM akan meminta kesediaan salah satu labor kesehatan untuk membuat tempat pemeriksaan di bandara.


“Ini bukan bisnis Angkasa Pura. Tapi, lebih kepada upaya kami mempermudah masyarakat, terutama mereka yang dari daerah yang mungkin saja belum melakukan tes untuk perjalanan mereka,” tegasnya menampik isu miring soal keberadaan tempat tes di bandara.


Sementara itu, Kepala Otban Wilayah VI, Agoes Soebagio mengatakan, penerapan rapid test antigen diterapkan pada libur Natal dan Tahun Baru 2021 demi mengantisipasi meningkatnya kasus Covid-19. Makanya, pihaknya bersama stakeholders terkait segera menyosialisasikannya agar masyarakat yang hendak berlibur atau melakukan perjalanan, terutama udara dapat mengikuti aturan yang sudah ditetapkan.


Senada dengan EGM, Agoes juga mengakui, sampai kemarin belum menerima edaran tentang keharusan menggunakan rapid test antigen untuk pengguna pesawat udara. Dia memperkirakan surat edaran tersebut akan datang dalam dua hari ini, sehingga dapat pula segera diterapkan.


Adapun Posko Terpadu Nataru di BIM menurut EGM yang didampingi Humas PT AP II BIM, Fendrik Sondra berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mereka akan menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat dengan membatasi jumlah personil yang tugas piket di sana.


“Satu shift sekitar 15 personil gabungan dari PT AP II, Polsek BIM, Lanud, SAR, dan anggota gugus tugas lainnya,” rincinya.


Mereka tak hanya memantau arus kedatangan dan keberangkatan, tapi juga penerapan protokol kesehatan di bandara tersebut. Sebelumnya, penerapakan protokol kesehatan ditambahkan Kapolsek BIM, IPDA Ade Saputra juga sudah diberlakukan. Beberapa pengunjungan malah sempat diberikan sanksi sosial dan semacamnya.


“Pada dasarnya mereka semua sudah memakai masker dan bahkan melengkapi diri dengan hand sanitizer, cuma masker kadang tidak dipakai sebagaimana seharusnya, sehingga kami sanksi, diantaranya dengan push up dan sejenisnya,” pungkasnya.


Posko sendiri akan berlangsung hingga 4 Januari 2021 mendatang.


(yni/eds)

×
Berita Terbaru Update