Saudi Tutup Penerbangan Internasional, Agen Perjalanan Umrah Gigit Jari

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Saudi Tutup Penerbangan Internasional, Agen Perjalanan Umrah Gigit Jari

Senin, 21 Desember 2020 | 14:31 WIB Last Updated 2020-12-21T21:16:22Z

mjnews.id - Penyelenggara travel haji dan umrah di Indonesia harus kembali gigit jari mengingat adanya larangan penerbangan internasional ke Arab Saudi untuk sepekan ke depan. Restriksi itu dikarenakan Kementerian Kesehatan setempat menemukan adanya penyebaran virus Covid-19 yang bermutasi di sejumlah negara.


Sekjen Asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji, Umrah dan In-Bound Indonesia (Ashpurindo) Muhammad Iqbal Muhajir mengatakan restriksi penerbangan itu kemungkinan masih bisa diperpanjang menjadi dua pekan. Sampai otoritas setempat menemukan kepastian informasi mengenai virus yang bermutasi tersebut dan penanganannya.


“Memang ini berita yang mengejutkan, karena apa, setelah dibuka umrah kembali dibuka pada satu 1 November dan (peminatnya) masih sedikit, sekarang menggeliat lagi di akhir Desember karena faktor liburan, mulai ramai-ramai lagi dan ada sepercik harapan untuk membangkitkan industri umrah, semuanya ya pada menyesalkan, sedih ditutup karena sudah ada jadwal penerbangan pada 21,27,28 dan 31 Desember begitu,” kata Iqbal saat dihubungi, Senin (21/12/2020).


Saat pandemi Covid-19 merebak, pelaksanaan ibadah umrah dan haji dilarang karena wabah. Tetapi kemudian, otoritas Saudi Arabia memberikan kelonggaran bagi jemaah haji dari luar negeri untuk beribadah ke Mekkah dan Madinah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.


“Pertama yang mulai itu Saudi (Airlines), karena sudah ramai Citilink dan Lion masuk, Garuda masuk juga sekarang karena sudah mulai kembali normal. Sekarang ada berita ini, kita berharap dari Ashpurindo agar ini jangan sampai diperpanjang. Ini kan masih tentatif, mudah-mudahan dalam satu minggu bisa dibuka kembali, ke saya juga sudah banyak traveler yang menghubungi,” tuturnya seperti dikutip detikcom.


Para penyelenggara perjalanan umrah, kata Iqbal, belum berani untuk menjadwalkan ulang keberangkatan jemaah yang direncakan akan terbang ke Arab pada pekan ini. Pasalnya, saat ini masih menunggu adanya pernyataan resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi soal relaksasi. “Takutnya dijadwalkan ulang tetapi ternyata masih ada perpanjangan pelarangan, jadi sikap kita sekarang menunggu saja dulu sampai ada surat resmi,” katanya.


“Yang jelas penerbanangan jemaah pada 21, 27, 28 dan 31 Desember ini terunda. Akan dijadwal ulang, sampai nanti ada surat resmi,” ia menambahkan.


Kerisauan juga tak hanya ditunjukkan bagi jemaah yang hendak berangkat, para agen perjalanan pun resah mengingat ada ratusan jemaah asal Indonesia yang sekarang masih berada di Tanah Suci.


“Jangan sampai mereka tertahan selama satu bulan di sana, karena jemaah ada yang resah, mulai tanda tanya apa bisa pulang, ada yang jadwalnya itu pulang besok, lusa dan lusanya lagi. Sampai detik ini masih belum jelas, sekarang kami juga sedang gencar koordinasi dengan pihak terkait, terkait jemaah yang di sana,” ujarnya. 


Garuda jadwal ulang penerbangan

Sementara itu, Garuda Indonesia buka suara soal pembatalan jadwal layanan penerbangan ke Arab Saudi. Pembatalan dilakukan karena ada pembatasan layanan penerbangan internasional ke Arab Saudi yang dikeluarkan oleh otoritas penerbangan setempat.


Garuda Indonesia sudah berkomunikasi dengan otoritas Arab Saudi soal hal ini. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya akan tetap menjadikan hak penumpang menjadi prioritas utama.


Irfan mengatakan pihaknya akan memberikan fasilitas reschedule alias penyesuaian ulang jadwal penerbangan bagi para penumpang yang jadwalnya batal karena ada restriksi penerbangan dari Arab Saudi.


“Hak penumpang tentunya akan senantiasa menjadi prioritas utama yang terus kami kedepankan. Kami telah menerapkan kebijakan fleksibilitas penyesuaian rencana perjalanan yang kami harapkan dapat memberikan keleluasaan bagi penumpang Garuda yang akan merencanakan ulang jadwal penerbangannya ke Tanah Suci dengan sebaik mungkin,” kata Irfan dalam keterangannya, Senin (21/12/2020).


“Fleksibilitas tersebut diberlakukan dengan memastikan penumpang dapat melakukan reschedule dan perubahan rencana penerbangan tanpa adanya biaya tambahan,” sambung Irfan.


Kini pihaknya juga sedang melakukan persiapan untuk mengangkut WNI yang saat ini masih berada di Arab Saudi.


“Garuda Indonesia juga tengah mempersiapkan opsi kesiapan operasional untuk mengangkut Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tengah berada Arab Saudi. Adapun langkah tersebut saat ini sedangkan kami koordinasikan secara intensif bersama otoritas terkait,” kata Irfan.


Irfan juga meminta maaf atas kondisi yang terjadi dan berdampak pada para penumpang. Pihaknya berharap agar layanan penerbangan menuju Arab Saudi bisa segera dibuka lagi.


“Pada kesempatan ini, kami juga turut menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak atas kondisi ini. Tentunya kami harapkan layanan penerbangan menuju Arab Saudi dapat kembali dibuka dalam waktu dekat sehingga penumpang yang telah merencanakan penerbangan jauh jauh hari ke Tanah Suci bisa segera kembali terbang”, jelas Irfan.


(dtc)

×
Berita Terbaru Update