Selamat! Disdukcapil Sumbar Jadi OPD Terinovasi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Selamat! Disdukcapil Sumbar Jadi OPD Terinovasi

Selasa, 29 Desember 2020 | 17:03 WIB Last Updated 2020-12-29T16:36:06Z
Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyerahkan piagam OPD Terinovasi di lingkungan Pemprov Sumbar, diterima Kadisdukcapil Sumbar, Irwan, S.Sos. (ist)

mjnews.id - Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan penghargaan pada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai dalam Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) yang dihadiri seluruh kepala OPD Sumbar, di Aula Kantor Gubernur, Senin (28/12/2020).


Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Sumbar terpilih menjadi yang terinovasi, dengan 13 inovasi dan poin 1.632.


Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, pada dasarnya banyak inovasi yang dilakukan masing-masing OPD. Tujuan inovasi-inovasi tersebut agar masyarakat merasakan kecepatan, efektivitas dan efisiensi di setiap layanan.


Inovasi merupakan keniscayaan, suatu kewajiban, suatu kemestian, karena inovasi itu identik dengan perubahan. "Kita hidup setiap hari haruslah berubah. Untuk itu setiap OPD dalam pencapaian kinerja melalui transformasi digital agar saling sinergi dan saling terkoneksi,” kata Irwan Prayitno dalam sambutannya.


Inovasi di lingkungan pemerintah daerah saat ini harus menjadi sebuah kebiasaan, budaya bahkan kewajiban bagi aparaturnya.


“Kita berinovasi bukan karena adanya penghargaan dari pusat, tapi karena suatu kebutuhan. Adanya atau tidak penghargaan, kita tetap berinovasi,” ucapnya.


Mungkin saja hingga saat ini masih ada aparatur yang belum tergerak untuk melakukan inovasi, karena mereka berprinsip tidak akan mengganggu dalam gaji dan tunjangannya.


Inovasi merupakan suatu kebutuhan untuk peningkatan kinerja, setiap OPD jangan itu-itu saja kerjanya. Ke depan setiap perangkat daerah harus beriringan melakukan literasi digital.


“Kita juga harus mengubah mindset bekerja, dengan inovasi kita bisa mempermudah bekerja, mempercepat, memperlancar dalam pelayanan publik dan memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan,” terangnya.


Seperti inovasi juga bisa meningkatkan daya saing, untuk investasi dalam pelayanan investor. Contoh sederhananya, percepatan waktu pelayanan publik yang biasa satu minggu bisa diselesaikan dalam hitungan jam.


Dalam meningkatkan reformasi birokrasi dibidang pelayanan publik, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar merupakan ujung tombak pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang masuk dalam Zona Integritas untuk penerpan yang lebih baik.


Bidang Pengaduan, Kebijakan Pelaporan Layanan (PKPL) menjadi salah satu bidang yang menumbuhkan inovasi pelayanan publik untuk semua penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan sebagai upaya meningkatnya kualitas pelayanan publik, diharapkan agar berperan aktif dalam peningkatan penilaian reformasi birokrasi.


Namun ia menegaskan, tidak cukup hanya dengan inovasi tetapi juga harus mengembangkan dengan teknologi kreatif. Sebab, Inovasi dan kreativitas menjadi sangat penting untuk kemajuan sekarang ini.


Seperti halnya transformasi digital untuk pemulihan ekonomi dalam hal ini menggerakkan UMKM melalui penjualan secara online dengan memasukkan mereka pada marketplace serta membangun akses pemasaran secara virtual berbagai negara.


Selanjutnya ada juga Absensi Online diinisiator oleh Dinas Komunikasi dan Informasi Sumbar, sebagai aplikasi kehadiran yang dapat digunakan oleh ASN dan Non ASN di lingkungan Pemprov Sumbar dengan menggunakan handphone masing-masing.


Sistem itu dirancang dengan menggunakan teknologi geotagging dan foto selfie. “Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, sangat berguna sekali untuk mengurangi virus corona akibat terpaparnya dari sidik jari,” tuturnya.


Jadi, inovasi bisa menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dengan pembangunan di segala bidang.


Inovasi harus ada terus di setiap lingkup kerja. Pekerjaan yang lama dipercepat, yang lama dipersingkat, semuanya harus dipermudah dan praktis untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.


“Di dalam hidup ini, kita tak perlu berupaya untuk menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. Tetapi jadilah seseorang yang berguna bagi siapa pun di sekeliling diri kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar diri kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi orang lain,” ungkap Irwan.


Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. (Hadits Riwayat ath-Thabrani).


Punya jabatan dipertanggungjawabkan harus berpikir lebih baik dan lebih baik lagi. Jadilah pribadi yang bermanfaat adalah salah satu karakter yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Seorang muslim lebih diperintahkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain, bukan hanya mencari manfaat dari orang atau memanfaatkan orang lain. Ini adalah bagian dari implementasi konsep Islam yang penuh cinta, yaitu memberi. 

“Manusia yang terbaik adalah manusia yang memberi manfaat, memberikan terbaik kepada orang lain,” ucapnya.


Karena itu, OPD wajib melakukan inovasi, masing-masing 10 inovasi dan tentu harus ada pembaharuan. Tidak ada istilah jenuh karena sudah ada inovasi, terus lakukan inovasi mengikuti zaman.


“Kalau kita tidak berinovasi, kita tentunya tertinggal, terinjak, terlempar, kalah dengan yang lain. Itu sudah pasti,” ulasnya.


Kemudian Irwan Prayitno juga menyampaikan, dalam rangka meningkatkan kualitas serta memberikan pelayanan publik yang mudah, murah dan cepat maka OPD dituntut untuk lebih kreatif dan selalu berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanannya.


“Untuk memotivasi OPD, kita beri bentuk penghargaan bagi yang terinovasi. Ada lima OPD yang terbaik yang menjadikan Sumbar provinsi terinovasi,” sebut Irwan.


Kadisdukcapil Sumbar, Irwan mengaku penghargaan menjadi motivasi bagi jajarannya untuk lebih baik ke depan. "Ini hasil kerja tim Disdukcapil, hasil kerjasama kita. Dengan ini kita berharap akan lebih termotivasi menjadi lebih baik," sebutnya.


Diungkapkannya, lembaga yang dipimpinnya memang harus membutuhkan inovasi agar memudahkan layanan pada masyarakat. Karena dengan inovasi yang mereka buat, mempercepat layanan bagi warga Sumbar.


Lima  OPD Pemprov Sumbar yang terinovasi yakni, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sumbar dengan skor 1.632 dan jumlah inovasi 13. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumbar dengan skor 1.502 dan jumlah inovasi 9.


RSUD Muhammad Nasir Solok dengan skor 1.496 dan jumlah inovasi 8, Dinas Komunikasi dan Informasi Sumbar dengan skor 1.414 dan jumlah inovasi 8 dan Dinas Kebudayaan skor 1.242 dan jumlah inovasi 9.


(eds)

×
Berita Terbaru Update