Sidang Dugaan Penyelewengan Dana Masjid Raya, Mantan Sekdaprov Dihadirkan Sebagai Saksi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Sidang Dugaan Penyelewengan Dana Masjid Raya, Mantan Sekdaprov Dihadirkan Sebagai Saksi

Jumat, 18 Desember 2020 | 22:32 WIB Last Updated 2020-12-18T18:04:42Z
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Basril G cs memperlihatkan barang bukti kepada saksi yang dihadirkan di Pengadilan Tipikor Padang, Jumat (18/12/2020). (adi hazwar)

mjnews.id - Mantan Sekdaprov Ali Asmar dan tiga Kepala Biro Mental dan Kesra Syahril B (2014-2018), Eko Faisal (2013) dan Jefrinal (2012) serta 2 staf Eliza Djalinus dan Asrilan dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi dana Masjid Raya, UPZ Tuah Sakato dan APBD di Pengadilan Tipikor Padang kemarin.


Para saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Basril G, Yulius Kaesar dan Irisa Nadeja dari Kejati Sumbar.


Terdakwa kasus ini yakni Yenalzi Rinto, bendahara dan PNS di Biro Mental tersebut didampingi oleh Penasehat Hukum (PH) Rennal Arifin Cs. Majelis Hakim dipimpin oleh Hakim Ketua Yose Ana Rosalinda dengan dibantu Hakim Anggota Mhd. Takdir dan Zaleka Hutagalung.


"Saya menjadi Kepala Biro 30 Januari 2014 terdakwa waktu itu sudah menjadi bendahara Masjid Raya" kata Syahril B. Ketua Umum dipegang oleh Sekda dengan SK Gubernur. Penggunaan pertama Masjid Raya Jumat 7 Februari 2014. Proses pengelolaan Masjid Raya dari infaq masyarakat dan dana APBD Provinsi untuk kebersihan dan keamanan. Sebagai Kepala Biro, saksi menjadi Sekretaris di pengurus Masjid Raya.


Sedangkan mantan Sekdaprov Ali Asmar mengaku diangkat sebagai Sekdaprov 2 Mei 2013 hingga 1 April 2018 dan ditunjuk Gubernur sebagai Ketua Umum Pengurus Masjid Raya sekaligus sebagai pengawas.


Sebagai ketua, terdakwa pernah melapor secara tertulis dan lisan tetapi tidak teratur. Sumber dana dari infaq harian dan infaq Jumat. Laporan tertulis tersebut ditanda tangani oleh 3 orang, Ketua Harian Yulius Said, Syahril B dan bendahara terdakwa Yenalzi Rinto. "Seharusnya bisa dihitung secara bersama-sama, tidak seperti selama ini (dihitung terdakwa sendiri)," katanya.


Sementara itu Eko Faisal sebagai Kepala Biro 2013 dan Jefrinal 2012. Saksi Liza sebagai Kabag Kesra dan saksi Asrikan sebagai staf. Hakim ketua Yose Ana Rosalinda menunda sidang hingga Jumat (8/1) tahun mendatang.


(adi)

×
Berita Terbaru Update