Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Wisuda ke-66 dan 67

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Wisuda ke-66 dan 67

Minggu, 20 Desember 2020 | 04:00 WIB Last Updated 2020-12-19T21:00:07Z
Rektorat Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

mjnews.id - Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) akan menggelar wisuda Ke-66 dan Ke-67 pada Sabtu (19/12), bertempat di Convention Hall UMSB Padang. Disatukannya dua acara wisuda ini, menurut Wakil Rektor I UMSB, Dr. Wedy Nasrul, dikarenakan wisuda ke-66 tertunda karena waktu itu Pandemi Covid-19 sedang berada di puncaknya.


Meski saat ini sudah diizinkan acara wisuda, UMSB tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tidak mengadakannya secara langsung. Para wisudawan yang berjumlah 577 tersebut akan hadir secara daring, sementara anggota senat UMSB akan hadir langsung.


”Maunya kami dan wisudawan, acaranya tatap muka secara langsung. Namun karena jumlahnya banyak dan ditambah lagi dengan anggota keluarga, akhirnya kami putuskan secara online saja,” kata Wedy, kepada para wartawan, Rabu (16/12/2020).


Ia mengatakan, meski acaranya secara daring, tetap tidak mengurangi keistimewaan acara wisuda. Bersama program yang ada, wisudawan tetap memiliki foto kenangan yang bisa dikenang nantinya.


”Mudah-mudahan nanti tamu undangan juga berkenan hadir secara daring, antaranya Gubernur Sumbar, Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kepala LLDIKTI Wilayah X, Koordinator Kopertais Wilayah VI, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sumbar beserta seluruh jajaran persyarikatan, Majelis, dan Ortom. Teristimewa Komisaris Utama PT. Semen Padang yang rencananya nanti akan memberikan orasi ilmiah secara daring,” tambahnya.


Terkait kuliah tatap muka, UMSB sudah memulainya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Setidaknya sudah ada empat kali pertemuan tatap muka yang telah dilakukan.


”Pertemuan tatap muka dipantau penuh Satgas Covid-19 UMSB,” tuturnya.


Akibat kuliah daring selama hampir satu tahun, rata-rata mahasiswa baru ataupun lama, sudah merasa sangat jenuh. Mereka bahkan ada yang belum pernah ke kampus dan bertatap muka langsung dengan dosennya.


Wedy juga menginformasikan rencana pembangungan kembali gedung pascasarjana yang kebakaran beberapa waktu lalu. Saat ini masih dalam kajian, apakah harus diruntuhkan atau masih bisa diperbaiki saja.


Satu hal yang pasti, gedung tersebut akan dibangun lebih bagus, sehingga bisa pula menjadi ikon di UMSB. Pihaknya mengucapkan banyak terimakasih pada para pihak yang turut menyumbang bagi pembangunan kampus pascasarjana UMSB.


(eds)

×
Berita Terbaru Update