Guru dan Siswa Tak Patuhi Prokes, Siap-siap Terima Sanksi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Guru dan Siswa Tak Patuhi Prokes, Siap-siap Terima Sanksi

Senin, 04 Januari 2021 | 04:03 WIB Last Updated 2021-01-03T21:03:00Z
Kepala Dinas Pendidikan Padang, Habibul Fuadi.

mjnews.id - Protokol kesehatan (prokes) mesti dipatuhi oleh guru dan siswa selama proses belajar tatap muka di sekolah. Apabila tenaga pendidik kedapatan tidak mematuhi prokes, siap-siap saja disanksi. 


"Bagi yang tidak mematuhinya (prokes) tentu akan ada sanksi," tutur Kepala Dinas Pendidikan Padang, Habibul Fuadi, Minggu (3/1/2021).


Dijelaskan, tenaga pendidik atau guru yang tidak melaksanakan prokes dengan benar akan diberi sanksi peringatan atau teguran lisan. Kemudian guru tersebut akan dibina oleh kepala sekolah. Termasuk diberi teguran tertulis, apabila abai dengan prokes selama di lingkungan sekolah. 


"Guru yang tidak ikut tes swab akan dibebastugaskan, tidak diizinkan hadir di sekolah, serta tidak mengisi daftar hadir," sebut Kadisdik.


Bagi siswa yang tidak melaksanakan prokes selama di sekolah juga akan disanksi. Seperti peringatan atau teguran lisan, mendapat pembinaan dari wali kelas, dipanggil orangtua ke sekolah untuk kemudian mendapat pembinaan dari kepala sekolah.


"Termasuk sanksi tidak diizinkan ikut pembelajaran tatap muka," sebut Habibul Fuadi.


Sekolah tatap muka dimulai pukul 07.30 WIB. Pemko Padang mewajibkan seluruh perangkat sekolah seperti guru dan siswa melaksanakan protokol kesehatan dengan benar. Mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi virus corona.


Orang Tua Wajib Jemput Antar Anak

Pemko kembali membuka sekolah setelah sembilan bulan ditutup akibat pandemi Covid-19. Mulai Senin (4/1/2021), belajar tatap muka dilakukan di sekolah.


Namun untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, setiap siswa dan tenaga pengajar atau guru mesti mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. Seperti mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, serta mengecek suhu tubuh sebelum masuk ruang kelas.

 

"Protokol kesehatan mesti dijalankan dengan baik di sekolah," katanya.


Dikatakannya, agar tidak terjadi penyebaran Covid-19 di sekolah, orangtua siswa wajib antar jemput anak ke sekolah. Sebab di sekolah nantinya dilakukan cek suhu tubuh kepada seluruh siswa.


"Jika suhu tubuh siswa di atas 37,3 derajat celcius, tidak dibolehkan untuk mengikuti belajar tatap muka di sekolah. Siswa diharuskan diantar pulang oleh orangtuanya," sebut Habibul Fuadi.


Sebelum sekolah tatap muka dimulai, Habibul Fuadi menyebut seluruh orangtua siswa menandatangani surat persetujuan atau izin orangtua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Orangtua juga memastikan anaknya berada dalam kondisi sehat dan siap untuk mengikuti belajar tatap muka. Serta menyiapkan masker dan hand sanitizer untuk dipakai anak di sekolah.


"Termasuk menyiapkan makan dan minum anak untuk di sekolah. Karena selama jam istirahat, anak tidak dibolehkan keluar kelas. Makan dan minum di kelas," pungkasnya.


Siswa Dibagi Dua Shift

Setelah sembilan bulan tidak ada aktifitas belajar mengajar di sekolah akibat pandemi Covid-19, akhirnya belajar tatap muka dimulai kembali. Senin (4/1), sekolah di Padang dibuka. Protokol kesehatan diterapkan secara ketat.


"Sekolah tatap muka dimulai besok (Senin) untuk jenjang PAUDNI, sekolah dasar dan menengah," jelas Habibul Fuadi.


Dijelaskannya, proses belajar mengajar pada semester genap di Tahun Ajaran 2020/2021 ini dibatasi. Dalam seminggu, proses belajar seorang siswa dibagi menjadi dua shift. Yakni shift belajar tatap muka dan shift belajar daring.


"Jadi, dalam seminggu, seorang siswa mendapat jatah belajar tatap muka selama tiga hari dan belajar dalam jaringan (daring) selama tiga hari. Pembagian waktunya selang-seling," kata Habibul Fuadi.


Jumlah rombongan belajar di kelas juga dibatasi. Dalam satu kelas hanya boleh diisi maksimal 18 siswa. Sedangkan sebagian siswa lainnya mengikuti proses belajar melalui daring di rumah masing-masing. 


"Isi kelas hanya 50 persen saja," tutur Kadis Pendidikan.


Lebih jauh dikatakan Habibul Fuadi, kehadiran siswa di sekolah di awal semester kali ini tidak dilakukan secara serentak untuk semua tingkatan. Akan tetapi dilakukan secara bertahap. Di pekan pertama Januari 2021 ini, proses belajar tatap muka diikuti oleh siswa SD kelas 6 dan kelas 5. Termasuk siswa SMP kelas 9.


Sementara pada pekan kedua Januari, siswa yaang hadir di sekolah yakni siswa SD kelas 3, 4, 5, dan 6. Siswa SMP yang hadir di sekolah yakni kelas 8 dan kelas 9.


Siswa yang hadir di sekolah di pekan ketiga Januari nanti yakni seluruh siswa SD kelas 1 hingga kelas 6. Begitu juga di tingkat SMP, seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 hadir di sekolah.


"Sedangkan seluruh siswa PAUDNI sudah mengikuti proses belajar dari pekan pertama Januari tanpa dibatasi," ujar Kadis Pendidikan. 


Protokol kesehatan diterapkan di masing-masing sekolah. Siswa dan guru wajib memeriksakan suhu tubuh, mencuci tangan, serta mengenakan masker / faceshield selama di lingkungan sekolah.


"Protokol kesehatan mesti diterapkan dengan baik agar tidak terjadi penularan virus corona," jelas dia.


(swl/eds)

×
Berita Terbaru Update