Istano Basa Pagaruyung Ditutup, Pemkab Tanah Datar, Pedagang dan Juru Foto Kehilangan Pemasukan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Istano Basa Pagaruyung Ditutup, Pemkab Tanah Datar, Pedagang dan Juru Foto Kehilangan Pemasukan

Sabtu, 02 Januari 2021 | 10:02 WIB Last Updated 2021-01-03T18:37:12Z
Istano Basa Pagaruyung.

mjnews.id - Destinasi wisata Istano Basa Pagaruyung ditutup selama empat hari tentu mendatangkan kerugian terhadap pemasukan pendapatan, serta bagi pedagang dan juru foto di kawasan tersebut.


Seperti diketahui, ikon wisata Minangkabau ini ditutup sejak 31 Desember 2020 sampai 3 Januari 2021, sebagaimana edaran gubernur dan bupati Tanah Datar.


"Dengan ditutupnya Istano Basa selama empat hari ini setidaknya Rp240 juta pemasukan dari pengunjung bisa dikatakan lenyap," kata UPT pengelola Istano Basa Pagaruyung, Ridwan.


Pada pers ia menyebut, bila dihitung satu hari itu sedikitnya ada sebanyak 4.000 pengunjung dengan tiket masuk Rp15 ribu. Namun, katanya, apa boleh buat aturan demikian harus dilakukan karena berdampak terhadap kesehatan manusia di tengah pandemi Covid-19.


Kondisi demikian juga berdampak terhadap perekonomian pedagang di lingkungan objek wisata Istano Basa. Saat pedagang kecil yang memang berharap dari kunjungan wisatawan mesti merugi, atau pendapatan mereka terbilang terjun bebas.


Sebagaimana dikatakan Ning, salah seorang pedagang, jika sebelum ditutup atau masih dalam suasana libur pendapatannya sehari bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta, namun saat ini, untuk mendapatkan Rp200 ribu saja ia rasakan sangat sulit.


Katanya, pekan lalu ia mampu mendapatlan Rp1,5 juta dari berdagang makanan di depan Istano.


Tak hanya itu, juru foto amatir yang mengais rezeki disana juga tidak bisa mencari nafkah. Andri, seorang juru foto menyebut penutupan seolah mendadak juga dirasakan wisatawan yang datang dari provinsi lain. Sebab, banyak wisatawan tidak tahu kalau ada penutupan objek wisata, sementara mereka telah sampai di Istano Basa Pagaruyung pagi hari.


Menurutnya, kalau pemerintah ingin menutup mestinya diumumkan seminggu sebelum ditutup, jangan mendadak. Sebab, kasihan banyak orang jauh-jauh sudah datang.


Saat itu kedatangan wisatawan demikian, hanya bisa menikmati kemegahan istano dari jauh di balik pagar besi. Dimana umumnya disana wisatawan menggunakan kendaraan dengan nomor polisi luar provinsi.


(bd/efr)

×
Berita Terbaru Update