Komisi II DPRD Padang Minta Disdag Tata Kembali Waktu Jualan PKL di Pasar Raya

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Komisi II DPRD Padang Minta Disdag Tata Kembali Waktu Jualan PKL di Pasar Raya

Jumat, 15 Januari 2021 | 01:00 WIB Last Updated 2021-01-14T20:09:50Z
Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Yandri.

mjnews.id - Komisi II DPRD Padang minta Disdag menertibkan dan mencarikan solusi bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menghambat jualan pedagang toko di kawasan Pasar Raya Padang. Sehingga pemilik toko tidak merasa dirugikan, sementara PKL tetap bisa berjualan.


Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Yandri meminta kepada Disdag untuk menata kembali waktu jualan PKL. Jangan sampai antara pedagang toko dengan PKL bentrok akibat terhalangnya lokasi jualan pemilik toko.


"Jika waktunya telah ada, namun PKL masih cuek Disdag mesti ambil tindakan tegas," ujar kader PAN ini, Kamis (14/1/2021).


Ia menyampaikan, pengawasan di lapangan oleh Disdag tentang waktu berdagang PKL perlu dilaksanakan. Agar pedagang yang nakal bisa diatasi. "Disdag harus tegas-tegas dan aturan yang dibuat jangan tertera diatas kertas saja. Namun implementasinya harus terlihat," ucapnya.


Ia mengatakan, jika perlu tempatkan beberapa personil di lapangan dan lokasi yang rawan pelanggaran.


Selanjutnya kepada PKL yang ada, diminta menjalankan aturan yang ditentukan Disdag. Supaya keamanan berjualan terealisasi dan tidak ada pula pihak yang dirugikan.


"PKL jangan seenaknya saja buka lapak. Sesama pedagang mari bersatu dan tak berebut konsumen. Ini tentunya perlu dilakukan agar tidak ada perselisihan antar pedagang,” pungkasnya.


Senada dengan itu, anggota Komisi II Muzni Zen mengatakan Dinas Perdagangan harus segera mencarikan solusi dan menata kembali pedagang kaki lima. Sebab banyak pemilik toko yang mengeluh karena pengunjung terhalang ke toko mereka sebab sudah banyak PKL yang membuka lapak di depan toko.


"Ini tentu akan sangat merugikan pemilik toko, sementara mereka sudah berinvestasi menyewa toko sementara pengunjung tidak bisa datang ke toko mereka," katanya.


Untuk itu, dia meminta agara Disdag benar-benar menerapkan aturan yang telah dibuat terkait jam diperbolehkannya PKL membuka lapak. "Jangan seperti sekarang, meski masih pagi sudah banyak PKL yang membuka lapak, ini tentunya merugikan pemilik toko," pungkasnya.


(bim)

×
Berita Terbaru Update