Malam Pergantian Tahun, 25 Orang Terjaring Razia Yustisi di Bukittinggi

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Malam Pergantian Tahun, 25 Orang Terjaring Razia Yustisi di Bukittinggi

Sabtu, 02 Januari 2021 | 00:06 WIB Last Updated 2021-01-03T18:08:12Z
Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi, dr. Vera Mayasari.

mjnews.id - Sebanyak 25 pengunjung Bukittinggi terjaring razia yustisi di beberapa lokasi saat malam pergantian tahun baru 2020-2021 di Bukittinggi.


Para pengunjung yang semuanya itu berasal dari luar daerah itu terjaring karena mereka tidak memakai masker.


Para pengunjung yang terjaring razia yustisi itu langsung dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Bukittinggi.


Sekretaris Dinas Kesehatan Bukittinggi, dr. Vera Mayasari, membenarkan ada 25 pengunjung di Bukittinggi yang terjaring razia yustisi karena tidak memakai masker.


Sesuai komitmen pemerintah Kota Bukittinggi sejak awal pengunjung yang terjaring razia akibat tidak memakai masker akan dilakukan rapid test.


"Karena itulah kita melakukan rapid test terhadap pengunjung yang terjaring karena tidak memakai masker itu," ujarnya.


Menurut dr, Vera, dari 25 pengunjung yang menjalani rapid test itu alhamdulilah hasilnya negatif.


Para pengujung yang terkena razia yustisi itu tidak ditahan tapi mereka diwajibkan membeli masker.


Pantauan saat malam pergantian tahun baru di Kota Bukittinggi terlihat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, karena Kota Bukittinggi dengan ikon jam gadangnya setiap tahun selalu dipenuhi oleh pengunjung yang akan menyaksikan malam pergantian tahun baru, namun kali ini suasananya sangat sepi dan tidak ada kegiatan apapun di Bukittinggi termasuk di pedestrian Jam Gadang.


Suasana itu tidak terlepas dari kebijakan dari Pemerintah Kota Bukittinggi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dengan cara menutup akses ke taman Jam Gadang serta menyelimuti Jam Gadang dengan kain putih pada saat malam pergantian tahun baru.


Selain itu petugas juga melakukan patroli dengan membubarkan kerumunan yang ada di Kota Bukittinggi.


Walikota Bukittinggi, H. Ramlan Nurnarias, sebelumnya mengatakan kebijakan itu dulakukan sesuai dengan edaran Gubernur Sumbar tentang pengendalian Covid-19 saat libur tahun baru.


"Tak hanya itu Pemko Bukittinggi juga sudah menutup semua objek wisata berbayar di Bukittinggi sampai tanggal 3 Januari 2021," ujarnya.


(ag/ril)

×
Berita Terbaru Update