Optimis Rampung dalam 15 Bulan, Presiden Jokowi Orang Pertama Divaksin

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Optimis Rampung dalam 15 Bulan, Presiden Jokowi Orang Pertama Divaksin

Minggu, 03 Januari 2021 | 21:01 WIB Last Updated 2021-01-03T19:54:12Z

mjnews.id - Kementerian Kesehatan menyatakan akan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 mulai pekan kedua Januari 2021. Presiden Joko Widodo dipastikan akan jadi orang pertama yang divaksinasi Covid-19 buatan Sinovac Biotech Ltd asal China.


Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan pihaknya menindaklanjuti pernyataan presiden tersebut. “Sesuai pernyataan bapak presiden bahwa beliau akan menjadi penerima vaksin Covid pertama tentu kami akan tindaklanjuti dan memastikan terkait hal ini,” kata Nadia, Minggu (3/1/2021).


Dia menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan Jokowi divaksin akan diumumkan setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (EUA) atau izin edar dalam kondisi darurat. “Dan langkah-langkah berikutnya akan kami sampaikan pada waktu sesuai dengan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini menunggu izin Badan POM dan hal-hal lain yang terkait,” tegas Diana seperti dikutip Vivanews.


Presiden Jokowi sebelumnya menyatakan siap disuntik vaksin Covid-19 demi menghilangkan keraguan masyarakat akan keamanan vaksin itu.


Jokowi menyampaikan ucapannya itu usai meninjau kesiapan vaksinasi di Puskesmas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 18 November 2020 lalu. Saat itu, Jokowi dengan tegas siap menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin Covid-19.


“Kalau ada yang bertanya Presiden nanti di depan atau di belakang? Kalau oleh tim diminta saya yang paling depan, saya siap,” katanya.


Jokowi dalam kesempatan itu, menambahkan vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat adalah gratis dengan terget penerima sebanyak 181,5 juta orang. Presiden Jokowi juga menepis masyarakat yang divaksin syaratnya mesti jadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Terkait vaksin, sebelumnya mencuat skema yang akan digunakan adalah berbayar bagi yang mampu dan gratis untuk tak mampu.


Butuh 15 bulan

Pemerintah akan mulai melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama pada bulan ini. Kementerian Kesehatan mengatakan target vaksinasi di Indonesia akan selesai dalam 15 bulan.


“Secara total kita membutuhkan waktu 15 bulan yang akan dihitung mulai dari Januari 2021 hingga Maret 2022. Jadi ini adalah waktu 15 bulan pelaksanaan vaksinasi yang akan kita lakukan secara bertahap,” ujar juru bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tramidzi, dalam press conference update perkembangan Vaksin Covid-19, Minggu (3/1/2021).


Nadia menyebut, total populasi yang akan divaksin dalam waktu 15 bulan sebanyak 181,5 juta orang. Vaksinasi ini akan dilakukan di 34 provinsi. “Program vaksinasi Covid-19 yang akan kita lakukan di 34 provinsi, dengan total populasi sebesar 181,5 juta orang,” kata Nadia.


Pemberian vaksin ini akan dibagi dengan dua periode. Periode pertama akan berlangsung Januari hingga April. Sedangkan periode kedua akan berlangsung April 2021 hingga Maret 2022.


“Pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan ini akan berlangsung selam 2 periode, periode pertama berlangsung dari Januari hingga April 2021, dan akan memprioritaskan terhadap 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi,” kata Nadia dikutip detikcom.


“Periode ke dua yang berlangsung selama 11 bulan dari April 2021 hingga Maret 2022, akan menjangkau jumlah masyarakat sisa dari periode pertama,” sambungnya.


Nadia mengatakan pihaknya optimis dalam menyelesaikan target vaksinasi dalam 15 bulan. Salah satunya karena telah adanya kerjasama terkait penyediaan vaksin.


“Kita cukup optimis karena kemarin juga dengan disaksikan oleh ibu Menlu dan Bapak Menteri Kesehatan sudah ada penandatanganan kerjasama penyedia vaksin,” tuturnya.


Selain itu, Nadia menyebut terdapat sejumlah puskesmas, rumah sakit dan kantor kesehatan yang akan memberikan pelayanan vaksin kepada masyarakat. Serta 30.000 petugas yang juga akan memberikan pelayanan.


“Kita memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang cukup kita punya 13.000 Puskesmas dengan hampir 2500 rumah sakit, didukung dengan 49 kantor kesehatan pelabuhan yang akan memberikan pelayanan vaksinasi kepada seluruh sasaran terhadap 181,5 juta. Saat ini kita juga sudah memiliki 30.000 vaksinator yang siap memberikan vaksin kepada seluruh sasaran jadi kita cukup yakin untuk bisa menyelesaikan vaksinasi,” kata Nadia.


Didistribusikan ke 34 provinsi

Sementara itu, Juru Bicara Vaksin Covid-19 PT Bio Farma Bambang Herianto mengungkap bahwa sebanyak 3 juta dosis vaksin dari Sinovac telah tiba di Indonesia. Vaksin sebanyak itu didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia mulai kemarin.


“Betul mulai hari ini (kemarin, red) vaksin akan mulai kita distribusikan ke 34 provinsi,” kata Bambang, dalam konferensi pers Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin Covid-19, Minggu (3/1/2021).


Bambang menyebut pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk pendistribusian vaksin tersebut. Menurutnya, 10 ribu puskesmas serta lebih dari 40 kantor kesehatan pelabuhan (KKP) di Tanah Air telah disiapkan untuk mendukung proses distribusi vaksin Sinovac.


“Semuanya sudah disiapkan untuk rantai dinginnya untuk menerima vaksin ini. Karena vaksin ini kan ini bukan program pertama kali dilakukan di Indonesia, banyak sekali program vaksinasi selama ini dan berjalan baik dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” ujar Bambang.


Bambang memastikan pendistribusian vaksin ke seluruh provinsi di Indonesia akan melibatkan berbagai pihak terkait. Hal itu dilakukan agar perjalanan dari Bio Farma sebagai distributor utama dapat berjalan dengan baik. “Sehingga nanti perjalanan dari Bio Farma ke puskesmas ini berjalan baik. Semua rantai dingin di 2 sampai 8 derajat insyaalah semua kita sudah siap,” katanya.


“Sehingga vaksin nanti yang akan digunakan masyarakat benar-benar terjamin mutu dan kualitasnya, dan dapat dijaga rantai dinginnya, pendistribusiannya sampai dengan puskesmas atau nanti bila perlu di posyandu,” sambung dia.


(*)

×
Berita Terbaru Update