Papa Lemon, Sabun Cuci Piring dari Padang Panjang untuk Nusantara

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Papa Lemon, Sabun Cuci Piring dari Padang Panjang untuk Nusantara

Sabtu, 16 Januari 2021 | 14:38 WIB Last Updated 2021-01-17T04:36:25Z
Papa Lemon, sabun cuci piring produksi anak nagari Padang Panjang untuk Nusantara.


MJNews.id - Kelompok Rintisan Usaha Bersama Rindang Alam, satu dari sekian banyak usaha rumahan yang ada di Kota Padang Panjang, mulai memperlihatkan eksistensinya, sebagai UMKM mandiri.

Kelompok ini menciptakankan produk unggulan sabun cair pencuci piring yang diberi nama "Papa Lemon".

Kelompok ini digagas Ryan Syair dan Roby Hendra bersama sejumlah pemuda Sungai Andok, Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padang Panjang Barat. 

Harga eceran kemasan botol 1 liter dibandrol Rp 14.000. Sementara 600 ml seharga Rp 8.000. Bentuk kemasan tak kalah dengan merek sabun cair ternama. 

Soal harga, tetap mengacu pada harga pasar. "Untuk grosir, kita kurangi dari harga. Dikasih spesial, kita lagi promo," ujar Ryan sambil berpromosi. 

Tahap awal penjualan, sebagian rekan-rekan membawa produknya secara eceran menuju Pasar Padang Panjang. Hari pekan dijual di lapak kaki lima untuk melihat peluang di hari pasar.

Benar saja, Papa Lemon laku keras, sehingga kita kewalahan untuk dan harus bolak-balik untuk mengambil barang dagangan ke rumah.

"Mudah-mudahan nanti ada outletnya," Ryan berharap ke depan.

Papa Lemon, juga mulai dipasok ke sejumlah pengecer di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Respon masyarakat sangat bagus dan antusias mengetahui sabun cair itu produksi anak nagari. 

"Belum cukup sepekan berproduksi, Alhamdulillah tanggapan masyarakat  sangat baik dan kami makin optimis produk rumahan ini akan laku dan mudah untuk masuk pasar lokal," katanya.

Ryan bercerita, produk tersebut pernah ditawar seorang distributor besar asal Aceh yang memesan 1.500 botol setiap hari. "Waktu dipromosikan di media sosial, pengusaha itu kemudian mendatangi kami," ujar Ryan. 

Kelompoknya, belum bisa menyanggupi permintaan orang pemesan tersebut. Karena, rata-rata produksi baru 300-500 sehari.

"Kami sedang mencari solusinya. Kita berharap kehadiran Kelompok Rintisan Usaha Rindang Alam, dengan produk Papa Lemon mampu berperan sebagai wadah usaha bersama, mengurangi pengangguran," lanjutnya.

Industri kecil dengan semangat besar itu, berproduksi di sebuah bangunan bekas PAUD, aset Pemko yang diizinkan penggunaannya oleh Camat Padang Panjang Barat, Fhandy Ramadhona dan Lurah Kampung Manggis, Ilham Kusuma. 

Izin edar dan kelaikan lingkungan, mereka kantongi. Mereka "pede" ingin mengajak pihak-pihak yang mau bekerjasama dalam membesarkan usaha ini ke arah lebih profesional dalam menjawab tantangan pasar.

"Artinya, kita tidak ingin setengah setengah dalam mengelola usaha ini. Bila, dikelola secara profesional kita yakin usaha ini akan bisa menjafi besar," pungkas Wartawan ini. 

"Kita tetap membuka diri. Bagi yang mau bekerjasama silahkan bergabung. Kalau soal kualitas, tidak kalah dengan sabun cuci merek ternama karena bahan yang kita gunakan sangat terjamin kualitasnya," jelas Ryan.

Dirunut ke belakang sedikit, awal kemunculannya pada 2018, produk Papa Lemon sempat mengalami kesulitan lantaran keterbatasan modal. Sabun cair diproduksi secara manual, tidak seperti sekarang menggunakan mesin. Kemasannya pun, bekas botol air mineral bekas. "Hanya enam bulan kita bertahan," kenang Ryan.

Namun, keadaan berbalik setelah Pokir Anggota DPR RI Komisi IX, Suir Syam membantu Kelompok Rindang Alam. Bantuan uang tunai untuk Tenaga Kerja Mandiri (TKM)  langsung dibelanjakan. Membeli mesin pengaduk serta kemasan botol bersama stiker merek. 

"Alhamdulillah dana pokir dari Pak Suir Syam sangat membantu kami. Mimpi lama 2018 terwujud kembali," tuturnya.

Papa Lemon, lanjut Ryan, bukan hanya sekadar produk sabun cair. Ada motivasi dan cita-cita besar membawa nama  Sumatera Barat dan Kota Padang Panjang di kancah nasional.

"Dari Ranah Minang untuk Nusantara," ungkap Rian. 

Kelompok Rintisan Usaha Bersama Rindang Alam beralamat di Jalan Bustanul Arifin, RT 6, Sungai Andok Kelurahan Kampung Manggis Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

(Maison Pisano)
×
Berita Terbaru Update