Pelayanan di Masa Pandemi, Disdukcapil Agam Lanjutkan Siskamling

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Pelayanan di Masa Pandemi, Disdukcapil Agam Lanjutkan Siskamling

Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:00 WIB Last Updated 2021-01-16T08:00:04Z
Kepala Disdukcapil Kabupaten Agam, Misran.

mjnews.id - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Agam tetap melanjutkan Sistem Perekaman Keliling (Siskamling) agar urusan administrasi kependudukan masyarakat terlayani secara maksimal di masa pandemi Covid-19.


Kepala Disdukcapil Kabupaten Agam, Misran, Jum'at (15/1/2021) mengatakan, pihaknya terus mengupayakan pelayanan administrasi kependudukan di tengah pandemi Covid-19 secara maksimal.


Tahun ini sistem pelayanan keliling administrasi kependudukan akan lebih dimaksimalkan, di mana masyarakat terlayani dengan baik tanpa memunculkan kluster baru Covid-19.


Siskamling menjadi inovasi Disdukcapil dalam hal memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kependudukan. Selain tidak perlu ke Kantor Disdukcapil, Siskamling juga membantu masyarakat dari segi waktu dan biaya.


“Bisa kita bayangkan, warga kita yang jauh dari pusat pemerintahan, pasti akan memakan waktu dan biaya atau ongkos kesini. Nah, kita berharap dengan Siskamling bisa membantu masyarakat terkait hal itu,” katanya.


Secara teknis, Siskamling merupakan upaya jemput bola Disdukcapil. Petugas Disdukcapil akan menyambangi masyarakat hingga ke nagari. Bahkan, dokumen kependudukan juga bisa langsung dicetak di lokasi.


Pada tahun 2020 pihaknya sudah melayani masyarakat melalui Siskamling di sebanyak 35 titik yang tersebar di setiap kecamatan. Setidaknya, sudah 7.241 dokumen kependudukan yang terlayani.


“Siskamling tahun 2020 sudah berlangsung sebanyak 35 kali, dengan rincian 10 kali ke kantor wali nagari, 25 kali ke kantor kecamatan, dengan jumlah dokumen yang diterbitkan sebanyak 7.241 dokumen,” katanya.


Agar pelayanan administrasi kependudukan tetap berjalan tanpa khawatir risiko penyebaran Covid-19, pihaknya tetap mengedapankan sejumlah standar protokol kesehatan.


Untuk mendapatkan pelayanan Siskamling, masyarakat cukup mengantarkan persyaratan administrasi yang dibutuhkan ke kantor wali nagari. Dalam pelayanan ini, bukan masyarakatnya yang berkumpul, akan tetapi hanya dokumennya saja yang dikumpulkan di kantor wali nagari.


"Nanti diverifikasi pihak nagari, setelah itu baru petugas kita mengeksekusi ke lapangan,” katanya.


Selain Siskamling, pihaknya juga tetap melanjutkan inovasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dengan WhatsApp (Pak Dewa).


Inovasi-inovasi tersebut dimasukkan untuk mengurai kerumunan masyarakat yang berisiko terhadap penyebaran Covid-19.


“Mengingat risiko Covid-19, PAK DEWA tetap berlanjut, sejauh ini belum ada kluster atau kasus Covid-19 terkait pelayanan adminduk. Dan diharapkan pelayanan tetap maksimal dan risiko penularan Covid-19 seminimal mungkin,” katanya.


(mur/irm)

×
Berita Terbaru Update