Pemko Payakumbuh Lanjutkan Program RTLH di 2021 Ini

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Pemko Payakumbuh Lanjutkan Program RTLH di 2021 Ini

Kamis, 14 Januari 2021 | 04:32 WIB Last Updated 2021-01-13T21:32:01Z

mjnews.id - Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Payakumbuh, kembali lanjutkan program kegiatan bantuan swadaya peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2021.


Untuk tahun ini, bantuan rehab rumah mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun kemarin besarannya adalah Rp17,5 juta dan pada 2021 menjadi Rp20 juta.


Kepala Dinas Perkim Kota Payakumbuh Marta Minanda, menyampaikan hal itu, Rabu (13/1/2021). Menurutnya, bantuan itu akan segera dieksekusi pihaknya.


"Untuk tahun ini secara konstruksi akan diupayakan beton, mulai kolom, balok dan dinding. Karena saat sekarang untuk perolehan kayu dengan kualitas yang baik semakin sulit didapat. Kalau dengan konstruksi beton, tentunya akan menjamin umur bangunan lebih lama, walaupun belum tentu sempurna saat penanganan dengan biaya bantuan ini. Masyarakat penerima dapat melanjutkannya secara mandiri, untuk kesempurnaan secara bertahap dengan kemampuan yang dimiliki," ujarnya.


Disampaikan, sejak dimulainya program RTLH pada tahun 2017 sampai 2020 kemarin, pihaknya telah menangani perbaikan RTLH sebanyak 1.311 rumah yang tersebar di lima kecamatan yang ada di Payakumbuh. Dengan rincian tahun 2017 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak 307 unit, Dana Alokasi Umum (DAU) sebanyak 49 unit dengan total 356 unit rumah.


Di tahun 2018 menggunakan DAK sebanyak 250 unit, DAU sebanyak 58 unit dan dari Baznas 1 unit dengan total 309 unit. Untuk tahun 2019 dari DAK sebanyak 170 unit, DAU sebanyak 100 unit dan dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang bersumber dari APBN sebanyak 80 unit dengan total sebanyak 350 unit dan di tahun 2020 dari DAK sebanyak 196 unit dan BSPS sebanyak 100 unit dengan total sebanyak 296 unit.


"Di tahun ini terjadi penurunan, karena dampak dari pandemi Covid-19. Dimana hanya berjumlah 149 unit, dari DAK sebanyak 62 unit dan DAU sebanyak 87 unit," tambahnya.


Menurutnya, untuk syarat mendapatkan bantuan RTHL sendiri, berdasarkan ketentuan dari Kementerian bahwa rumah harus milik sendiri, dalam kondisi yang memenuhi persyaratan teknis dan yang terpenting administrasi dari kepemilikan rumah itu sendiri.


"Dari pendataan tim di lapangan jumlah RTLH berdasarkan status kepemilikan yang hak milik 2.997 unit, sewa 1.086 unit, menumpang 1.254 dan tidak diketahui asal usulnya 361 unit," paparnya.


Dari total 33.038 unit rumah yang ada di Kota Payakumbuh, Marta menjabarkan jumlah RTLH berdasarkan tingkat kerusakannya yaitu rusak ringan 2.879 unit, rusak sedang 1.080 unit dan rusak berat 780 unit. "Di Program ini kita akan prioritaskan rumah yang rusak berat dan rusak sedang dulu," ucapnya.


Sesuai komitmen walikota Payakumbuh untuk mensejahterakan masyarakat, Marta mengatakan walikota selalu mengupayakan penambahan jumlah kuantitas bantuan RTLH dari yang telah ditetapkan pemerintah pusat.


"Bapak walikota senantiasa mengupayakan alokasi dana daerah (DAU) setiap tahunnya untuk peningkatan RTLH bagi masyarakat kota Payakumbuh, yang juga sebagai bukti kepeduliannya terhadap program ini dan tidak sekedar mengandalkan dana dari pemerintah pusat saja," pungkasnya.


(fik)

×
Berita Terbaru Update