PKL Kota Solok Dibantu Gerobak dan Etalase, Bujang Putra: Jangan Sampai Dijual Pula

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

PKL Kota Solok Dibantu Gerobak dan Etalase, Bujang Putra: Jangan Sampai Dijual Pula

Jumat, 01 Januari 2021 | 08:05 WIB Last Updated 2021-01-03T17:17:59Z
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Solok, H. Bujang Putra, menyerahkan 41 sarana perdagangan kepada PKL di kota setempat. (ist)

mjnews.id - Gerobak dan etalase bantuan ini agar dimanfaatkan pedagang sebaik-baiknya. Bantuan ini jangan dipindahtangankan atau sampai dijual pula. Bila ditemukan, jelas akan ada risikonya.


Penegasan itu disampaikan Walikota Solok melalui Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Bujang Putra di sela-sela penyerahan secara simbolis 21 unit gerobak dan 20 unit etalase kepada pedagang kecil di kota setempat, Rabu (30/12/2020).


Katanya, setiap bantuan bukan hanya disampaikan dengan baik, tetapi fungsi dan manfaatnya juga harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Semoga penerima bantuan dapat meningkatkan omset usaha dan pendapatan, sehingga dapat lebih menggerakkan perekonomian masyarakat Kota Solok,” ujarnya.


Karena masih pandemi Covid-19, diharapkan kepada pedagang khususnya dan pedagang kuliner umumnya di Kota Solok agar pakai sarung tangan dalam memegang alat dan makanan. Lalu, pakai masker dan jaga jarak.


Bantuan sarana dan prasarana berdagang sudah dilaksanakan semenjak 2015 sampai sekarang. Tahun 2015 sebanyak 20 unit, tahun 2016 (50 unit), tahun 2017 (100 unit), tahun 2018 ( 300 unit) dan tahun 2019 (50 unit) dan sekarang ini (41 unit).


“Tujuan pemerintah menyerahkan hibah gerobak dan etalase ini jelas untuk meringankan beban pengeluaran para pedagang dengan menyediakan sarana dan prasarana,” ungkapnya seraya mengatakan kegiatan ini salah satu bentuk pemberdayaan dan upaya menata serta memperindah kawasan kota dari Pedagang Kaki Lima (PKL).


Kemudian kepada PKL diminta untuk tidak berjualan di trotoar, di jalan serta tempat-tempat yang dilarang.


(ws/das)

×
Berita Terbaru Update