Target Beroperasi Idul Fitri 1442 H, Pembangunan Terminal Type A Anak Air Kota Padang Tuntas

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 4 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.467 251 27.798 652
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Target Beroperasi Idul Fitri 1442 H, Pembangunan Terminal Type A Anak Air Kota Padang Tuntas

Minggu, 03 Januari 2021 | 18:05 WIB Last Updated 2021-01-03T19:59:37Z
Kondisi terminal Type A Anak Air Padang yang selesai pembangunannya. (ist)

mjnews.id - Pembangunan Terminal Type A Anak Air di Kota Padang rampung akhir Desember 2020. Namun, terminal itu belum bisa dioperasikan, karena masih membutuhkan sarana pendukung lainnya.


Hal itu diakui Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Deny Kusdyana, Minggu (3/1/2021).


Dikatakannya, hingga Selasa (29/12), pembangunan terminal itu sudah mencapai 98,9 persen. Sehingga, pengerjaannya tinggal 1,1 persen lagi.


“Secara umum pengerjaan sudah selesai. Yang tersisa pengerjaannya cuma mayoritas kaca, sama material Alumunium Composite Panel (ACP). Kaca didatangkan dari Jakarta. Jadi mesti bersabar. Ini tetap bekerja terus sampai malam, lembur. Dengan 31 Desember akhir kontraknya, kita harapkan seluruh kaca sudah terpasang. Jadi, tinggal lagi pembersihan,” ungkapnya.


Selain pemasangan kaca dan ACP, saat ini juga sedang dilakukan pengeboran air tanah. Selain menggunakan air tanah, kata Deny, pihak pelaksana pembangunan juga sudah berkordinasi dengan Perumda Air Minum Kota Padang untuk penyediaan air bersih. “Jadi, selain air tanah, penyediaan air bersih juga bisa disuplai dari PDAM (Perumda Air Minum Kota Padang-red),” ungkap Deny.


Untuk pengoperasian Terminal Type A Anak Air ini, Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumbar juga sudah koordinasi dengan Direktorat Prasarana Transportasi Darat Kemenhub.


Deny tidak memungkiri, awalnya terminal ini dioperasikan Desember 2020. Namun, dengan kondisi sarana dan prasarana yang belum lengkap, Deny berharap terminal ini dapat beroperasi pada Lebaran (Hari Raya Idul Fitri 1442 H) 2021 nanti.


“Paling tidak lebaran nantilah. Sebenarnya fungsional sudah bisa. Kita khawatir ada kekecewaan dari masyarakat, karena sarana pendukungnya belum ada. Terminal ini kan Kementerian Perhubungan yang membangun. Kita ingin terminal baru ini hadir dengan suasana yang kita dambakan bersama. Dari awal kita ingin memberikan kenyamanan dan ketertiban dengan suasana yang berbeda dengan terminal lain,” ujarnya.


Setelah selesai pembangunan terminal ini akhir tahun 2020, maka selanjutnya seluruh sarana dan prasarana dilengkapi, sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa. Yakni, ada sarana pendukung meubiler seperti kursi dan meja tunggu penumpang, rambu-rambu, petunjuk jalur dan ruangan dan toilet, serta tenant untuk UMKM.


Deny menyebutkan, ada 36 tenant untuk UMKM di lantai II yang disediakan. Selain itu, juga ada lapangan futsal di lantai III dan juga tempat bagi berbagai iven serta tempat untuk kafe-kafe yang menyajikan kuliner dengan pemandangan perbukitan yang indah.


Di lantai II juga ada ruangan kosong yang sangat fleksibel untuk disewakan. Bagi yang berminat menyewa ruangan kosong ini bisa dipakai sesuai ukuran yang diinginkan.


Untuk penempatan UMKM pada tenant ini, karena Terminal Type A Anak Air ini asset negara, juga ada terlibat Kementerian Keuangan untuk kerjasamanya nanti. Di mana Kementerian Keuangan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), juga akan menghitung berapa besaran sewa tenant untuk UMKM di terminal ini.


“Kami dari Kementerian Perhubungan akan berikan kepada masyarakat berapa harga sewa. Jika ternyata banyak yang berminat untuk menyewa tenant-tenant ini nanti, tentu semuanya ada proses dan seleksinya. Prinsipnya kita terbuka untuk semua. Hanya saja semuanya harus melalui proses, agar ada transparansi dan tidak ada yang dikecewakan,” harapnya.


Untuk operasional, sarana dan prasarana berikutnya yang perlu disiapkan adalah ticketing. Deny menyebutkan, saat ini alat Ticket Vending Machine (TVM) sudah ada dikirim dari pemerintah pusat. Tinggal lagi penggunaan system dan aplikasinya yang harus diharmonisasikan dengan seluruh PO yang ada.


Dengan telah selesainya pembangunan Terminal Anak Air ini, Deny berharap dukungan Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang untuk memperlebar akses jalan masuk ke terminal ini. “Termasuk tahun 2021 nanti, minimal sudah ada pengerasan di bahu jalan ke terminal ini serta dukungan dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Barat untuk menyesuaikan perlintasan sebidang akses masuk ke terminal ini,” harapnya.


Diketahui, terminal penumpang seluas 2,7 hektare ini direncanakan dapat menampung hingga 17 rute trayek Antar Kota Antar Propinsi/AKAP, 59 rute trayek bus Antar Kota Dalam Provinsi/AKDP dan 1 lintasan BRT dan 78 Angkutan Kota.


Mampu menampung sebanyak 1.752 penumpang/hari. Terminal itu dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), senilai Rp72 miliar.


(yse/eds)

×
Berita Terbaru Update