Tim Pengabdian STKIP PGRI Sumbar Bina Penjual Martabak Mesir Bukittinggi Melalui WAG

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Tim Pengabdian STKIP PGRI Sumbar Bina Penjual Martabak Mesir Bukittinggi Melalui WAG

Minggu, 03 Januari 2021 | 02:02 WIB Last Updated 2021-01-03T19:23:16Z
Suasana daring antara Tim Pengabdian Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP Sumbar dengan pedagang martabak mesir Bukittinggi. (ist)

mjnews.id - Tim pengabdian dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumbar, kembali melakukan pengabdian melalui WhatsApp Grup (WAG) kepada tiga kelompok usaha. Mereka adalah penjual martabak mesir Kubang yang berlokasi di Bukittinggi.


Tiga usaha yang dipilih Tim Pengabdian Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Sumbar adalah usaha martabak mesir Putra Tanjung yang dikelola Syafrizal, NH Kubang yang dikelola Aidil dan usaha martabak mesir Kubang Rafki yang dikelola Zaki.


Ketua Tim pengabdian Dosen Prodi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI, Dina Amaluis, SE, MM, mengatakan, pengabdian yang mereka lakukan untuk membantu pihak UMKM untuk memahami dan mengaplikasikan bahwa dalam kondisi new normal usaha mereka tetap bisa meningkat dengan memasarkannya secara online.


"Situasi new normal sekarang ini masyarakat kita lebih suka berbelanja secara online dibanding berbelanja secara offline. Makanya kami melalui program pengabdian dosen ini menawarkan pada pelaku usaha agar mereka memasarkan produk yang dijual secara online, sehingga saat pandemi Covid-19 jualan mereka tetap berjalan," terang Dina, Sabtu (2/1/2021).


Disebutkannya, materi pengabdian yang diberikan berkaitan dengan strategi pemasaran online. Misalnya promosi lewat website atau blog. Dengan media tersebut pedagang bisa berjualan dalam kurun waktu 24 jam. Dalam web pedagang bisa menjelaskan secara rinci produk dan jasa yang dijual pedagang, sehingga mereka tak hanya menunggu pembeli yang datang ke tempat tapi juga bisa dipesan melalui online atau menelpon langsung ke masing-masing pegadang martabak mesir kubang tersebut.


"Kami jelaskan juga pada pedagang dengan berjualan secara online jualan mereka bisa populer dalam waktu singkat. Pedagang bisa membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain, hingga pembeli penasaran dengan jualan atau rasa makanan yang mereka jual," terang Dina, didampingi anggota dosen lainnya yaitu Rizky Natassia, SE,MM dan Hayu Yolanda Utami, SE, MBA.

Disebutkan Dina, pengabdian yang mereka lakukan berlangsung Sabtu 19 Desember lalu melalui WAG.


Kegiatan itu juga dibantu dua orang mahasiswa yaitu Yulia Murni dan Putri Wulandari. Hasil dari pengadian diharapkan agar penjualan mitra semakin meningkat dengan bantuan penjualan secara online. Apalagi di tengah pandemi seluruh lini terkena imbas dari wabah mendunia tersebut.


(*/ril)

×
Berita Terbaru Update