Tim Polda Sumbar Nilai Desa Tangguh Balai Batu Sandaran Sawahlunto

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Tim Polda Sumbar Nilai Desa Tangguh Balai Batu Sandaran Sawahlunto

Sabtu, 16 Januari 2021 | 03:02 WIB Last Updated 2021-01-15T20:45:36Z
Tim Provinsi Desa Tangguh Polda Sumbar, Eri Gas Eka Putra dari Nagari Development Center Unand tengah berdialog dengan Wawako Zohirin Sayuti didampingi Kapolres Sawahlunto AKBP. Junaidi Nur, SIK seputar Desa Tangguh BBS Kecamatan Barangin, Jumat (15/1/2021). (ist)

mjnews.id - Desa Tageh Balai Batu Sandaran, Kecamatan Barangin, binaan Kapolres Sawahlunto dinilai Tim Polda Sumbar, Jumat (15/1/2021). Penilaian yang dipimpin Kompol Nuraiada ini dalam rangka ketahanan desa menghadapi pandemi Covid-19 yang secara nasional disebut dengan Desa Tangguh Nusantara.


Dalam melakukan penilaian, tim Polda melibatkan Eri Gas Eka Putra dari Nagari Development Center Unand Padang, dihadiri Wawako Zohirin Sayuti, Kapolres Sawahlunto AKBP. Junaidi Nur, Camat Barangin, Kapolsek, Danramil serta OPD terkait.


Penilaian desa tangguh ini diawali meninjau pos pintu gerbang penanganan Covid-19 di Pisang Kalek serta pos ronda. Disini tim menemukan sistem penanganan setiap warga masuk desa BBS sudah benar.


Bahkan tim ketika meninjau Postu Karantina, juga memberi apresiasi pada para bidan dan perawat yang selalu siap melaksanakan tugas siang maupun malam.


Selanjutnya tim menijau peternakan ayam petelur, kolam ikan, kerajinan tenun songket dan perkebunan karet masyarakat. Intinya, kendati dilanda pandemi Covid-19, masyarakat BBS mampu bertahan dengan sejumlah usaha yang tengah digeluti tersebut.


Pada penilaian itu, objek terakhir yang dikunjungi tim adalah kawasan serai wangi yang dikelola Bungdes. "Serai wangi tersebut merupakan andalan desa BBS yang bahan bakunya tumbuh subur di lahan seluas 80 hektare. Namun ke depan perlu peremajaan lagi," sebut Kades BBS Nasirwan di hadapan tim penilai.


Menyangkut pengembangan tanaman serai wangi, di samping produknya bisa dijadikan aroma terapi, juga dapat dikembangkan sebagai produk turunan, seperti sabun dan kosmetik. Semua kegiatan itu dikelola Bungdes.


Menyangkut Kamtibmas, sebut Kades, sepuluh tahun terakhir ini desa BBS nihil dari angka kriminal. Hal ini membuktikan ekonomi masyarakat cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan kebutuhan dasar ini.


Eri Gas Ekaputra, Nagari Development Center Unand menyatakan rasa kagumnya melihat kegiatan desa tangguh BBS ini. Sebab, dengan kondisi medan yang sangat berat, kegiatan ekonomi masyarakat dapat berjalan dengan baik.


Lebih lanjut dikatakan Eri Gas, ke depan harus ada angkutan khusus menuju kawasan aroma terapi kawasan serai wangi, sehingga wisatawan merasa senang dan berkesan datang kesini disamping mereka berobat.


Sementara itu, Ketua Tim Penilai Desa Tangguh Nusantara, Nuraida merasa sangat puas meninjau langsung kondisi Desa Tangguh BBS binaan Kapolres Sawahlunto ini.


"Apa yang kami nilai dan ditemui sesuai dengan data dan kondisi di lapangan. Hasil penilaian ini nanti langsung kami rapatkan bersama Tim di Mapolda Sumbar untuk menentukan yang terbaik di tingkat provinsi," kata Nuraida.


(sub/rfd)

×
Berita Terbaru Update