Wakil Bupati Agam Luncurkan Gerakan Jumat Berkah

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Wakil Bupati Agam Luncurkan Gerakan Jumat Berkah

Sabtu, 16 Januari 2021 | 23:00 WIB Last Updated 2021-01-17T05:54:08Z
Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria melaunching Gerakan Jumat Berkah (GJB), di aula Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jumat (15/1/2021). (ist)

mjnews.id - Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria melaunching Gerakan Jumat Berkah (GJB), di aula Kantor Camat Tanjung Mutiara, Jumat (15/1/2021).


Peluncuran program itu ditandai dengan pemukulan tambua bersama Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik, Forkopimca, dan Kepala Kas Bank Nagari Tiku, Fitri Yeni.


Peluncuran GJB yang bekerjasama dengan Bank Nagari ini, merupakan inovasi Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara dalam membantu masyarakat kurang mampu di wilayahnya.


Trinda Farhan Satria mengapresiasi gerakan yang diluncurkan Pemerintah Kecamatan Tanjung Mutiara ini, karena secara langsung ikut membantu budaya masyarakat madani di Agam.


“Salah satu pilar masyarakat madani itu adalah membangun kondisi masyarakat yang penuh ukhuwah, kebersamaan, dan tolong menolong antar sesama,”katanya.


Di samping masyarakat Tanjung Mutiara diberikan ruang untuk bisa meningkatkan nilai ekonomi kemanusiaannya, maka akan tumbuh budaya berlomba- lomba memberikan manfaat bagi orang lain.


Di Tanjung Mutiara sudah banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat baik berupa infak maupun sedekah, tapi belum terkoordinir dengan baik, sehingga nilai manfaatnya belum maksimal.


“Dengan GJB, kita berharap dampaknya semakin besar dan menunjukkan hasil nyata bagi masyarakat membutuhkan,”katanya.


Mengelola dana umat tidak cukup dengan niat baik saja, tapi juga perlu disiapkan regulasi disamping transparansi, integritas, dan profesionalisme.


Camat Tanjung Mutiara, Hidayatul Taufik menjelaskan, GJB adalah upaya bagaimana menstimulus masyarakat agar mau meningkatkan kepedulian untuk membantu sesama.


“Sasaran GJB seperti fakir miskin, kaum duafa, anak yatim, dan masyarakat yang tidak punya rumah layak huni,” terangnya.


Tahun 2021 di Tanjung Mutiara rumah tidak layak huni tercatat 453 unit dan anak yatim 145 orang, hal ini menurutnya menjadi tanggungjawab bersama.


“Kita bentuk GJB yang bekerjasama dengan Bank Nagari, dengan memanfaatkan fitur barunya yaitu Qris atau QR untuk mempermudah transaksi bagi masyarakat yang mau bersedekah,” katanya.


Masyarakat dapat memindahbukukan uangnya melalui mobile banking dengan barcode scanner GJB Tanjung Mutiara, menggunakan QR sesuai nominal yang mereka inginkan.


Selama ini, bukan tidak perhatian kepada mereka yang jadi sasaran GJB, hanya saja belum terkoordinir dan terstruktur, pengurus GJB bertugas mengelola dana hasil QR untuk didistribusikan kepada sasaran GJB.


(irm)

×
Berita Terbaru Update