70 Guru SD Gugus III Sungai Pagu Solsel Dibekali Peningkatan Kompetensi Guru

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

70 Guru SD Gugus III Sungai Pagu Solsel Dibekali Peningkatan Kompetensi Guru

Sabtu, 20 Februari 2021 | 16:44 WIB Last Updated 2021-02-21T20:38:45Z
Narasumber pelatihan Asesmen di Gugus III Kecamatan Sungai Pagu, Solok Selatan, Feri Fren menyampaikan materi Asesmen Nasional tentang guru di SDN 05 Pasar Muara Labuh, Sabtu (20/2/2021). (ist)

MJNews.id - Asesmen nasional berupaya untuk melihat secara komprehensif mutu proses dan hasil belajar pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Artinya, informasi yang diperoleh asesmen nasional diharapkan dapat digunakan memperbaiki kualitas proses pembelajaran dan meningkatkan mutu hasil belajar peserta didik.


Hal itu disampaikan Feri Fren ketika menjadi narasumber kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru di Gugus III Kecamatan Sungai Pagu, di ruang pertemuan SD Negeri 05 Pasar Muara Labuh, Sabtu (20/2/2021).


Pelatihan tersebut dihadiri Plt. Kadispora Solsel Novrizon, Korwil Disdikpora Kecamatan Sungai Pagu Nursirwanthi, Pengawas SD Ahmad Khatib dan Ketua Gugus III Desmaneni.


"Adapun tujuan dari penerapan asesmen nasional, adalah menunjukan apa yang seharusnya menjadi tujuan utama sekolah. Diantaranya pengembangan kompetensi dan karakter murid," jelasnya. 


Selain itu, juga memberikan gambaran tentang karakteristik esensial sebuah sekolah yang efektif. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar peserta didik yang mendasar. Seperti literasi, numerasi dan karakter serta kualitas proses belajar mengajar.


Sedangkan, untuk mengukurnya ada tiga instrumen yang digunakan. Diantaranya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), survei karater dan survei lingkungan belajar. 


Diharapkan melalui kegiatan pelatihan AKM, akan dapat membantu para guru, kepala sekolah dan pengawas dapat memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan asesmen nasional. Sehingga mereka dapat membaca dan numerasi pada AKM itu sendiri. 


Sementara itu, Ketua Gugus III Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Sungai Pagu, Desmaneni mengatakan kegiatan diikuti sebanyak 70 orang peserta. Mereka berasal dari SDN 14 IV Jorong, SDN 28 Rawang, SDN 10 Kampung Terandam, SDIT Marhamah dan dari SDN 05 Pasar Muara Labuh. 


"Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi Kadisdikpora Solsel, Novrizon, pada Jumat (19/2). Dan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari. Menghadirkan dua orang narasumber, Feri Fren dan Leni Murni Hayati," jelasnya. 


Salah seorang peserta pelatihan, Nofa Susanti, merasa senang dan puas dengan adanya pelatihan itu. 


Apalagi narasumber Feri Fren memulai pelatihan dengan menjabarkan tujuan penyelenggaraan AKM di Indonesia dan hal-hal yang melatar belakangi penyelenggaraan AKM. 


"Narasumber memaparkan komposisi dan bentuk soal AKM yang baik. Kemudian membedah satu persatu contoh soal AKM. Sehingga pelatihan ini dapat membantu kami para guru dalam memahami bagaimana jenis-jenis soal AKM dan praktik membuat soal AKM," jelasnya.


(ems)

×
Berita Terbaru Update