Akibat Pandemi, Pendapatan Pedagang di Sekitar STKIP PGRI Sumbar Turun Drastis

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 3 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.380 260 27.665 651
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Akibat Pandemi, Pendapatan Pedagang di Sekitar STKIP PGRI Sumbar Turun Drastis

Jumat, 19 Februari 2021 | 00:20 WIB Last Updated 2021-02-19T08:05:30Z
Seorang pedagang pop ice sedang menunggu pembeli. (ist)

MJNews.id - Omset pedagang di sekitar kampus STKIP PGRI Sumbar selama masa pandemi Covid-19 merosot. Hal ini disebabkan karena perkuliahan berlangsung daring, sehingga tidak banyak mahasiswa yang beraktifitas di kampus.


Sebagian pedagang yang berjualan di sekitar kampus harus tutup untuk beberapa waktu karena sasaran utama dari usahanya adalah mahasiswa. 


Untuk pedagang yang terikat kontrak dengan kampus mengenai tempat usaha tentu harus tetap membayar kontrak. Tapi untung saja pihak kampus memberi keringanan. Sewa kontrak tersebut berkisar dari Rp 1.500.000 hingga Rp2.000.000/bulan, di kantin kampus Rp 5.000.000/tahun.

 

Deswita Fahmi atau yang biasa dipanggil Bunda Fahmi, pengelola kantin belakang gedung A STKIP PGRI Sumbar di Gunung Pangilun, Padang, menyebutkan biasanya memperoleh pendapatan bersih sekitar 100-200 ribu/hari, tapi pada masa pandemi sulit mendapatkan penghasilan Rp 100.000/hari.


“Tapi yang penting bisa jualan, hari ini untung sedikit ya besok belanjanya juga sedikit. Nanti bisa diatur, ya pintar-pintar saja,” pungkasnya, Kamis (18/2/2021).


Di kantin yang berbeda penghasilan bersih itu tidak ada. Mereka hanya mengandalkan omset yang ada. Pada masa pendemi, mereka melakukan pengurangaan karyawan agar usaha tersebut tetap berjalan.


Bagi pedagang kaki lima yang berada di depan kampus, mereka tidak membayar sewa tempat. Mereka hanya diminta untuk menjaga kebersihan di lokasi jualan saja. Keuntungan yang mereka peroleh sebelum masa pandemi lumayan tinggi, karena dari pagi hingga siang banyak mahasiswa yang datang untuk belanja. Namun, saat ini omset penjualan munurun drastis hinggaa menyentuh 50%. Untuk pedagang kaki lima seperti ini, jam 9 malam mereka sudah harus tutup dan pulang ke rumah.


“Rakyat makannya dari mana? Orang jualan kalau gak jualan, gak makan lagi," kata Sutaryo, pedagang pop ice di depan kampus STKIP PGRI.


(***)

×
Berita Terbaru Update