BKSDA Agam Pasang 2 Perangkap Hewan di Kawasan Kelok 44

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

BKSDA Agam Pasang 2 Perangkap Hewan di Kawasan Kelok 44

Selasa, 16 Februari 2021 | 01:00 WIB Last Updated 2021-02-15T18:00:00Z
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam memasang perangkap (box trap) sebanyak dua unit di Jorong Padang Galanggang, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, Senin (15/2/2021). (ist)

MJNews.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam memasang perangkap (box trap) sebanyak dua unit di Jorong Padang Galanggang nagari Matur Mudiak Kecamatan Matur, Senin (15/2/2021).


Koordinator Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melalui Resor Agam, Ade Putra, mengatakan, hal ini dilakukan dalam upaya mengantisipasi terjadinya konflik satwa beruang kawasan kelok 44 Kabupaten Agam.


"Tujuan pemasangan perangkap ini adalah untuk evakuasi satwa langka dan dilindungi tersebut yang dilaporkan kembali muncul di areal kebun warga setempat sejak beberapa hari lalu sampai dengan Minggu (14/2/2021)," katanya.


Pemasangan perangkap yang dilakukan bersama-sama dengan aparat pemerintahan nagari dan warga yang berada di sekitar lokasi kemunculan satwa.


Kemunculan satwa ini merupakan yang ketujuh kalinya yaitu di Kelok 35, kelok 42, kelok 28, Jorong Sidang Tangah, Ambun Tanai, Nagari Bayur dan kelok 43 Jorong Padang Galanggang.


Berdasarkan hasil identifikasi lapangan dan keterangan beberapa saksi mata diduga satwa beruang yang muncul berkali-kali tersebut adalah individu yang sama.


"Hasil analisa tanda-tanda keberadaan, satwa diperkirakan berusia 10 tahun dan mengalami disorientasi atau tersesat dari habitatnya yang berada di kawasan hutan lindung tidak jauh dari lokasi kemunculan," katanya.


Pemasangan perangkap dengan menggunakan umpan buah nangka dan durian dilakukan BKSDA mengingat satwa sudah berada berkali-kali dekat dengan pemukiman warga.


Selama perangkap terpasang, BKSDA bersama aparat pemerintahan nagari akan terus melakukan pemantauan.


Sebelumnya, pada bulan Oktober 2020 lalu, viral video kemunculan satwa di kelok 35 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak. Dalam video tersebut terlihat beruang hendak melintas jalan, namun karena terkejut dengan kehadiran manusia, satwa dilindungi itu berlari menuju lokasi persawahan warga dan menuju hutan.


Tim BKSDA yang mendapatkan laporan langsung melakukan klarifikasi kepada warga yang mengunggah video tersebut ke media sosial atas nama Erni Yanti (30).


Dari keterangan warga itu, video tersebut diambil salah seorang warga di Kelok 35 Baroco, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur, sekitar 15 hari lalu dan beruang madu itu juga muncul satu pekan lalu di dekat rumahnya.


Asril (58 tahun) warga Jorong Padang Galanggang mengaku bertemu dengan satwa beruang di kebunnya, dan mengusirnya dengan anjing peliharaannya selanjutnya beruang lari menuju kawasan hutan di sekitar pemukiman warga setempat.


Selain itu, Jum'at (12/2) beruang juga ditemukan berada di atas pohon yang berjarak tidak jauh dari taman wisata ambun tanai.


(*/edy)

×
Berita Terbaru Update