Cuaca Panas, BMKG Minangkabau Ingatkan Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 19 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
34.226 365 31.834 747
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Cuaca Panas, BMKG Minangkabau Ingatkan Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan

Rabu, 17 Februari 2021 | 04:42 WIB Last Updated 2021-02-17T17:56:14Z
Ilustrasi. Kebakaran hutan.

MJNews.id - Cuaca panas dalam beberapa hari terakhir meningkatkan risiko terjadinya kebakaran lahan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengimbau warga untuk menghindari membakar sisa panen dan hal-hal yang bisa memicu kebakaran.


Kasi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha, Selasa (16/2/2021) mengatakan, meski suhu dirasakan sangat panas dalam beberapa hari terakhir, tapi menurutnya masih dalam kondisi normal. Suhu di dataran rendah Sumbar, seperti Kota Padang dan Padang Pariaman, saat ini maksimal 33 derjat celcius. Sementara, suhu panas ekstrim bisa mencapai 34,5 sampai 35 derjat celcius.


Peluang hujan lokal ringan dengan durasi singkat pun masih ada di wilayah Sumbar, terutama pada malam hari. Kondisi itu masih akan terjadi dalam lima hari ke depan.


"Kondisi cuaca masih cerah berawan hingga cerah. Namun, ada potensi hujan lokal dengan intensitas ringan dan durasi singkat," ujar Yudha.


Namun, karena tingkat kelembaban yang rendah dan cuaca yang cukup panas, bisa memicu risiko meluasnya kebakaran lahan dan sulit dilakukan pemadaman.

Jika hujan tak turun dalam sepuluh hari terakhir, potensi kebakaran lahan bisa terjadi di Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, Sijunjung dan Dharmasraya.


Berbeda dengan kondisi cuaca di Sumatera Barat, cuaca di Jawa, Bali dan selatan Sumatera justru sebaliknya. Fenomena angin monsun Asia yang diasumsikan terjadi pada Januari dan Februari membuat massa udara basah bergeser ke wilayah selatan dan tenggara, sehingga menyebabkan hujan di Jawa, Bali dan selatan Sumatera.


(eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update