Duh! 5 Juta Pedagang Kecil Masih Terjerat Rentenir

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Duh! 5 Juta Pedagang Kecil Masih Terjerat Rentenir

Rabu, 03 Februari 2021 | 10:40 WIB Last Updated 2021-02-03T19:55:59Z
Ilustrasi. (poskotanews)

MJNews.id - Direktur Utama PT BRI (Persero) Tbk Sunarso mengungkapkan ada 5 juta pedagang kecil alias pelaku usaha ultra mikro yang masih mengandalkan rentenir untuk memperoleh pinjaman modal. Hal itu diketahui berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihaknya. 


Dari survei tersebut diketahui sebagian pelaku usaha ultra mikro mendapatkan pendanaan dari sektor informal, di antaranya ada yang dari rentenir. “Yang 30 juta (pelaku usaha ultra mikro) itu melalui lembaga pembiayaan non formal, antara lain rentenir itu 5 juta. Orang itu nyari modal ke rentenir itu masih cukup tinggi, 5 juta jumlahnya itu untuk kelas ultra mikro,” katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (2/2/2021).


Lalu, 7 juta pelaku usaha ultra mikro mendapat pendanaan dengan meminjam kerabat. “Dan (gambar bagan) yang paling atas itu adalah 18 juta (pelaku usaha ultra mikro) tidak terlayani oleh yang formal maupun nonformal,” sebutnya seperti dikutip detikFinance.


Sementara pelaku usaha ultra mikro yang mendapatkan pendanaan dari sektor formal, dari bank 3 juta, gadai 3 juta, group lending 6 juta, bank perkreditan rakyat (BPR) 1,5 juta, dan fintech 1,5 juta.


Saat ini yang menjadi sasaran pihaknya adalah 18 juta pelaku usaha ultra mikro yang belum tersentuh pendanaan. Seiring berjalan, mereka yang selama ini bergantung pada rentenir akan beralih ke perbankan.


“Nanti kalau memberikan dampak yang baik mungkin lebih murah, lebih cepat, setidaknya sama cepatnya dengan rentenir tapi lebih murah, mungkin 5 juta (pelaku usaha ultra mikro) itu bisa pindah ke kita, dan rentenirnya mungkin bisa menjadi agen tetapi bisa kerja lebih efisien karena ikut didigitalkan juga,” tambahnya.


Sebelumnya, Sunarso juga mengatakan, ada dua segmen yang akan digenjot. Pertama, ialah segmen mikro-kecil eksisting yang telah menjadi nasabah BRI. Ia ingin segmen tersebut naik kelas.


“Tadi saya sebutkan bahwa sumber pertumbuhan baru BRI itu ada dua, di mana terhadap nasabah eksisting terutama nasabah mikro dan kecil itu kita dorong untuk bisa naik kelas. Berbagai program kita jalankan, kita aplikasikan untuk mendorong supaya pengusaha-pengusaha mikro yang sudah menjadi nasabah BRI ini naik kelas dan itu merupakan salah satu sumber pertumbuhan baru,” paparnya, Jumat (29/1) lalu.


Kedua, pihaknya akan menyasar segmen ultra mikro. Dia menjelaskan, masih banyak dari segmen ini yang belum terlayani dengan lembaga pembiayaan formal.


Dia menyebut ada sekitar 57 juta pengusaha dengan pinjaman di bawah Rp 10 juta, di mana baru 20% yang terlayani oleh lembaga pembiayaan formal. Pihaknya akan menyasar 80 juta pengusaha ultra mikro yang belum terlayani. Sunarso menuturkan, sekitar 5 juta masih terlayani oleh rentenir dengan bunga yang mahal.


“Dan yang masih membutuhkan pendanaan besar dan mereka baru sedikit sekali yang disentuh lembaga pembiayaan formal. Bahkan data kita detil kita punya bahwa sekarang ini mereka itu mencari sumber pendanaan itu sekitar 5 juta masih dilayani oleh rentenir dengan bunga yang mahal,” paparnya.


(dtc)

×
Berita Terbaru Update