Gapoktan Subangko Kolok Mudiak Tagih Janji Walikota Sawahlunto

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 13 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
33.227 349 31.051 722
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Gapoktan Subangko Kolok Mudiak Tagih Janji Walikota Sawahlunto

Kamis, 18 Februari 2021 | 15:28 WIB Last Updated 2021-02-18T09:26:07Z
Efriadi dan Malin Pandeka.

MJNews.id - Walikota (Wako) Sawahlunto, Deri Asta menyanggupi harapan anggota Kelompok Tani (Gapoktan) Subangko, Kolok Mudiak, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, yang menginginkan permohonan sepuluh batang paralon berukuran 6 inci. 


Harapan Gapoktan Subangko dapat direalisasikan oleh Wako Deri Asta setelah dijumpai Bendahara Gapoktan Subangko, Efriadi, Rabu (17/2/2021) di Kantor Wako Sawahlunto.


Namun, kata Wako Deri Asta, khusus realisasi keinginan Gapoktan Subangko untuk pembelian 10 batang paralon dengan nilai Rp 7,5 juta lebih akan saya bantu dengan biaya pribadi. 


"Tetapi yang berkaitan dengan bantuan pada Gapoktan yang lain akan disalurkan pada anggaran APBD," lanjutnya. 


Di sela-sela menunggu giliran dapat diterima sebagai tamu khusus Deri Asta, Efriadi mengatakan, ada seluas 50 hektare areal sawah tidak dapat dialiri air sawah karena terbannya tebing yang menutupi tali bandar. Tali bandar terputus harus dicarikan solusinya, dengan cara memasang paralon agar air bisa masuk ke sawah. Diharapkan 2 minggu menjelang Ramadhan, anggota Gapoktan sudah selesai menanam padi. 


"Kami Gapoktan Subangko yakin pak Wako Deri Asta serius dengan janji beliau," sebutnya. 


Dijelaskan, jika tak diatasi dengan solusi demikian, tentu petani tak bisa mengolah lahan diakibatkan tali bandar tertimbun longsoran tebing sekian ratusan kubik material tanah. 


Juga masih ada lagi areal sawah penduduk seluas 50 hektare yang terletak di Desa Kolok Mudiak yang merupakan sawah tadah hujan. 


Sawah tadah hujan ini sampai sekarang belum tersentuh irigasi karena terletak di ketinggian. Sumber air pun sulit didapat di Desa Kolok Mudiak. "Sehingga sawah tadah hujan hanya bisa digarap saat musim penghujan," jelas Efriadi yang diamini masyarakat Kolok Mudiak, Malin Pandeka.


(Obral Caniago)


loading...



×
Berita Terbaru Update