Guru MAN 1 Padang Pariaman Jadi Korban, Polisi Lacak Perampok Bermodus Travel

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Guru MAN 1 Padang Pariaman Jadi Korban, Polisi Lacak Perampok Bermodus Travel

Rabu, 03 Februari 2021 | 19:48 WIB Last Updated 2021-02-03T22:31:35Z
Korban Nurlela saat mendapat perawatan setelah dianiaya pelaku perampokan. (ist)

MJNews.id - Jajaran Polsek Koto Tangah, Kota Padang sedang menyelidiki kasus dugaan penganiayaan dan perampokan bermodus travel.


Penyelidikan itu dilakukan setelah seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Padang Pariaman bernama Nurlela menjadi korban. Para pelaku masih diidentifikasi.


Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Ipda Mardianto mengatakan, pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel untuk melacak mobil yang digunakan saat beraksi.


"Kami belum bisa memastikan apakah minibus yang digunakan pelaku merupakan travel liar atau mobil pribadi. Masih dalam tahap penyelidikan," katanya Rabu (3/2/2021).


Diakuinya, langkah awal yang akan dilakukan saat ini adalah memeriksa dan meminta keterangan korban. Namun kondisi korban saat ini masih belum stabil. 

"Langkah selanjutnya meminta keterangan korban. Tetapi kondisinya belum memungkinkan. Jika korban sudah sehat, baru dimintai keterangan," jelasnya.


Sebelumnya, Kepala MAN 1 Padang Pariaman, Amrizon membenarkan peristiwa itu. Diakuinya, guru tersebut bernama Nurlela adalah salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut. "Saya menerima laporan, peristiwa yang dialami korban terjadi sekitar pukul 06.00 WIB ketika hendak berangkat ke sekolah," katanya.


Peristiwa itu berawal ketika korban sedang menunggu mobil. Kemudian datang satu unit mobil jenis Avanza mengaku travel dan menawarkan tumpangan. "Di dalam mobil, sudah ada dua penumpang. Korban menyakini bahwa itu juga penumpang. Satu penumpang perempuan berjilbab duduk di samping supir dan satunya penumpang laki-laki duduk di bangku tengah," katanya.


Dijelaskannya, di dalam mobil, juga ada satu penumpang lainnya yang bersembunyi di bangku paling belakang. Saat itulah korban mendapat kekerasan dan pengancaman.


"Korban di sekap dan kepalanya dimasukkan ke dalam karung. Sejumlah harta milik korban berupa gelang emas, uang tunai hingga uang yang ada di dalam ATM diambil para pelaku," terangnya.


(ap/eds)

×
Berita Terbaru Update