Guspardi Gaus: Tuduhan ke Din Syamsuddin Bisa Masuk Ranah Pidana

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Guspardi Gaus: Tuduhan ke Din Syamsuddin Bisa Masuk Ranah Pidana

Minggu, 14 Februari 2021 | 13:25 WIB Last Updated 2021-02-14T19:46:57Z
Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus.

MJNews.id - Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus menilai tuduhan radikal ke Prof Din Syamsudin dapat diduga sebagai pencemaran nama baik dan bisa masuk ranah pidana.


“Gerakan Anti Radikalisme (GAR) seharusnya menyimak dan menelurusi dengan seksama rekam jejak Din yang sangat teruji, sebelum melayangkan tuduhan. Beliau tidak saja aktif di Indonesia tetapi juga disegani dunia internasional,” kata Guspardi kepada wartawan, Sabtu (13/2/2021).


Selain sebagai dosen, katanya, Din pernah tercatat memegang beberapa jabatan penting. Di antaranya sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah, anggota MPR RI, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dua periode, menjadi Sekjen MUI, Ketua Umum MUI sampai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, penasehat ICMI, dan seabrek jabatan lainnya.


Selama bergaul dengan beliau sampai hari ini Guspardi mengenal betul sosok Din sebagai aktivis dan tokoh yang gigih memperjuangkan perdamaian dan anti-radikalisme. Kok malah dituduh radikal. Tidak habis pikir saya sosok Din dituduh semacam itu,” ujar Guspardi.


Menurutnya Din merupakan tokoh Islam moderat yang meng gagas konsep Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi was Syahadah (Negara Kesepakatan dan Negara Kesaksian) yang kemudian disepakati Muktamar Muhammadiyah 2015 sebagai pedoman umat Islam guna mengisi Negara Pancasila. Gagasan ini juga disampaikannya di Gedung MPR pada 1 Juni 2012 atas undangan Ketua MPR Taufik Kiemas.


“Prof Din juga sering menghimpun para tokoh lintas-agama dan berbagai elemen kemajemukan bangsa untuk kerukunan dan kebersamaan,” tuturnya.


Guspardi meminta agar GAR-ITB menarik laporan yang disampaikan kepada KASN. Menurutnya upaya dialog lebih elok dikedepankan. Bukalah ruang diskusi, buktikan rekam jejak dan kecendekiawanan diri Pak Dien sehingga didapatkan informasi yang utuh yang menjadi misi dan perjuangan Dien dan permasalahan yang disangkakan bisa terang benderang.


“Saya siap memfasilitasi pertemuan dan dialog GAR-ITB dengan sahabat saya Prof. Din Syamsuddin,” tegas anggota DPR asal Sumatera Barat itu.


(eff)

×
Berita Terbaru Update