Hadirkan Tarif Terjangkau, Kemenhub Subsidi PT KAI Rp 3,4 Triliun

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Hadirkan Tarif Terjangkau, Kemenhub Subsidi PT KAI Rp 3,4 Triliun

Senin, 15 Februari 2021 | 11:00 WIB Last Updated 2021-02-15T04:00:07Z
Menhub Budi Karya Sumadi (kanan) menyaksikan pemberian PSO (Public Service Obligation) oleh Kemenhub kepada PT KAI Rp3,4 triliun yang ditandatangani Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri dan Dirut PT KAI, Didiek Hartantyo di Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (14/2/2021). (ist)

MJNews.id - Kementerian Perhubungan memberikan subsidi tarif untuk kereta api kelas ekonomi sebesar Rp3,4 Triliun pada tahun 2021. Jumlah ini meningkat dibandingkan subsidi yang diberikan pada tahun 2020 sebesar Rp2,6 Triliun.


Pemberian subsidi ditandai dengan penandatanganan Kontrak Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) Angkutan Penumpang Kereta Api Kelas Ekonomi oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirut PT KAI Didiek Hartantyo di Stasiun Tugu Yogyakarta, Minggu (14/2/2021) yang disaksikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.


“Ini merupakan bukti bahwa negara hadir untuk memberikan pelayanan angkutan kereta api yang prima dan konsisten sampai ke pelosok dengan memberikan tarif yang terjangkau,” kata Menhub Budi Karya dalam kesempatan tersebut. 


Menhub menjelaskan, moda kereta api menjadi salah moda yang diminati seluruh lapisan masyarakat, dan masa Pandemi ini, ia meminta agar pelayanan kereta api memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan baik.


"PT KAI dapat mengelola subsidi yang diberikan Pemerintah dengan baik dan profesional agar dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat," tandas Menhub


Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri mengungkapkan, subsidi kereta api kelas ekonomi yang dimulai sejak tanggal 1 Januari 2021 sampai 31 Desember 2021 diberikan untuk : Pertama, layanan kereta api antar kota yaitu : KA Ekonomi Jarak Jauh di 3 lintas pelayanan dengan volume sebesar 1.375.481 penumpang dalam satu tahun, KA Ekonomi Jarak Sedang di 10 lintas sebanyak 3.276.157 penumpang, dan KA Lebaran di 1 lintas pelayanan 26.445 penumpang. 


Kedua, lanjutnya : layanan kereta api perkotaan yaitu : KA Ekonomi Jarak Dekat (Ka Lokal) di 28 lintas pelayanan dengan volume sebesar 21.227.975 penumpang per tahun, Kereta Rel Diesel (KRD) Ekonomi 3.495.456 penumpang, Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek 166.365.911 penumpang, dan KRL Jogja-Solo dengan volume 2.229.887 penumpang. 


“Berbeda dengan tahun sebelumnya, skema pembayaran untuk PSO tahun ini adalah per bulan, bukan lagi per triwulan. Harapannya agar dengan pembayaran setiap bulan, maka pelayanan makin baik dan dapat mendukung kinerja keuangan PT KAI,” ujar Zulfikri.


Ia menyebutkan, program pemberian subsidi kereta api kelas ekonomi merupakan amanat Undang-Undang No.23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dimana Pemerintah dapat memberikan subsidi selisih tarif dalam bentuk PSO dengan mekanisme penugasan kepada BUMN dalam hal ini PT. KAI sebagai operator. 


Dikatakan, pemberian subsidi pada tahun 2021 merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 355 Tahun 2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Penugasan Kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk Penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik Angkutan Orang Kereta Api Kelas Ekonomi Tahun Anggaran 2021.


(***)

×
Berita Terbaru Update