Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 23 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.750 230 26.991 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Harga Minyak Dunia Naik 1 Persen Lebih

Selasa, 02 Februari 2021 | 13:23 WIB Last Updated 2021-02-02T20:40:57Z

 


MJNews.id - Anggota Organisasi Negara-negara Eksportir Minyak dan koleganya yang dikenal dengan sebutan OPEC+ memegang teguh komitmen pemangkasan produksi minyaknya. Hal ini membuat harga si emas hitam naik lebih dari 1% pada perdagangan, Selasa (2/2/2021).


Pada 10.00 WIB harga kontrak futures (berjangka) minyak mentah Brent naik 1,06% ke US$ 56,95/barel. Di saat yang sama harga kontrak West Texas Intermediate (WTI) yang aktif ditransaksikan mengalami apresiasi 1,16% ke US$ 54,17/barel.


Produksi minyak mentah OPEC mengalami peningkatan di bulan Januari. Mengacu pada survei Reuters, output OPEC di bulan pertama tahun 2021 tercatat mencapai 25,75 juta barel per hari (bph) atau naik 160.000 bph dari Desember. 


Produksi Rusia meningkat pada bulan Januari tetapi sejalan dengan kesepakatan pengurangan produksi. Sementara untuk Kazakhstan, volume output minyak justru turun. Kedua negara tersebut adalah anggota kelompok OPEC+ yang terikat pada pakta penurunan produksi minyak.


Produksi kondensat minyak dan gas Rusia naik 120.000 bph menjadi 10,16 juta bph pada Januari dari Desember. Kazakhstan memangkas produksi minyaknya sebesar 2% pada Januari dari bulan sebelumnya karena pemadaman listrik.


Sebelum menguat, harga minyak cenderung galau belakangan ini. Pasar masih diwarnai dengan tarik ulur prospek pemulihan ekonomi tetapi juga ancaman pandemi Covid-19 yang makin merajalela.


Dalam laporan terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi dunia pada 2020 tumbuh -3,5%. Lebih baik ketimbang proyeksi sebelumnya yaitu -4,4%. Untuk 2021, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tumbuh 5,5%. Lebih tinggi perkiraan sebelumnya yang sebesar 5,2%.


Ekonomi yang membaik tentu ditandai dengan meningkatnya permintaan energi. Prospek pemulihan ekonomi dunia membuat ekspektasi peningkatan permintaan energi terpupuk. Alhasil harga minyak merangkak naik di awal tahun.


Pemangkasan produksi Arab Saudi sebesar 1 juta barel per hari (bph) mulai Februari dan Maret nanti secara sukarela juga membuat harga minyak terdongkrak. juga memberikan katalis positif untuk harga minyak.


Namun di saat yang sama ekonomi global harus kembali bergelut dengan kenaikan kasus infeksi Covid-19. Kasus Covid-19 global sudah tembus 100 juta orang. Maraknya lockdown membuat prospek pemulihan pun menjadi suram. Hal inilah yang membuat harga minyak susah terangkat lebih jauh.


Dalam survei yang digelar Reuters pada Desember 2020, 39 ekonom dan analis yang menjadi responden memperkirakan rata-rata harga minyak jenis brent tahun ini sebesar US$ 50,67/barel. Naik dibandingkan angka perkiraan bulan sebelumnya yaitu US$ 49,35/barel.


Sedangkan rata-rata harga minyak jenis light sweet sepanjang 2021 diperkirakan US$ 47,45/barel. Lebih tinggi ketimbang survei sebulan sebelumnya yang memperkirakan di US$ 46,4/barel.


(*)

×
Berita Terbaru Update