Harimau Masuki Pemukiman, Warga Batang Lubu Pasaman Resah

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 24 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.837 214 27.119 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Harimau Masuki Pemukiman, Warga Batang Lubu Pasaman Resah

Sabtu, 20 Februari 2021 | 04:00 WIB Last Updated 2021-02-19T21:00:08Z
Ilustrasi. Harimau Sumatera.

MJNews.id - Warga Kampung Batang Lubu, Nagari Kota Nopan, Kecamatan Rao Utara resah karena diduga ada harimau memasuki pemukiman. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) itu kemungkinan ada dua ekor dan dilaporkan sudah memakan seekor anjing piaraan penduduk.


Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Kahiri Ramadhan didampingi BKSDA Resor Pasaman, Rusdian R, mengakui pihaknya mendapatkan laporan itu dari masyarakat setempat.


“Benar ada laporan masyarakat bahwa diduga dua ekor harimau Sumatera berkeliaran di kawasan pemukiman penduduk. Bahkan dilaporkan sudah memangsa seekor anjing peliharaan warga di pinggir pemukiman,” katanya, Kamis (18/2/2021).


Dia menerangkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian dan Koramil setempat bersama masyarakat untuk meninjau keberadaan harimau tersebut.


Menurutnya, secara geografis, Kampung Batang Lubu memang dekat dengan kawasan hutan yang menjadi habitat harimau Sumatera.


Sesuai prosedur, upaya yang akan dilakukan adalah, pertama akan dilakukan penghalauan, agar harimau tersebut kembali ke dalam hutan.


“Kalau memang harimau tersebut berkeliaran di pemukiman, akan dilakukan penghalauan agar masuk kembali ke habitatnya di dalam hutan,” sebutnya.


Namun, jika masih tetap terlihat di kawasan pemukiman, tidak mau masuk hutan maka akan dilakukan penangkapan. Pihaknya sudah menyiapkan kandang untuk menangkap harimau tersebut untuk dilepasliarkan kembali ke dalam hutan.


“Langkah-langkah tersebut disiapkan agar jangan sampai menimbulkan korban, sekaligus menyelamatkan harimau yang merupakan satwa langka dan dilindungi itu,” jelasnya.


Dia mengimbau, untuk sementara masyarakat tidak beraktivitas di sekitar hutan dan di lokasi di mana harimau itu pernah terpantau. Masyarakat diminta untuk tetap waspada sampai harimau tersebut dipastikan sudah kembali ke habitatnya.


(amr)

×
Berita Terbaru Update