Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Empat Kabupaten di Sumbar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Kebakaran Hutan dan Lahan Landa Empat Kabupaten di Sumbar

Selasa, 23 Februari 2021 | 22:00 WIB Last Updated 2021-02-23T19:29:46Z
Inilah salah satu bekas kebakaran hutan dan lahan di Agam setelah berhasil dipadamkan petugas. Cuaca masih panas, warga diingatkan untuk tidak membakar lahan secara serampangan. (ist)

MJNews.id - Musim kemarau berdampak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Sumbar. Jika cuaca panas terus berlanjut, dikhawatirkan kebakaran hutan dan lahan terus bertambah.


Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Sumbar Erman Rahman menyebutkan, musim kemarau yang melanda sejumlah daerah di Sumbar dengan intensitas suhu di atas 31°C. Dia berharap, masyarakat dapat menjaga agar jangan sampai membakar lahan dalam kondisi cuaca panas saat ini.


Informasi dari BPBD Sumbar, sudah terjadi kebakaran lahan gambut di Kabupaten Agam. “Di Kabupaten Agam, lahan gambut yang terbakar di Jorong Aia Maruok, Nagari Persiapan Durian Kapeh Darusalam, Kecamatan Tanjung Mutiara,” ungkap Erman Rahman, Selasa (23/2/2021).


Lahan gambut yang terbakar tersebut merupakan milik N. (Purn). Brigjen TNI Dasiri Musnal (Dt. Rang Kayo Bungsu). Lahan yang terbakar seluas dua hektare dan ditambah kebakaran yang terjadi Minggu (21/2) dan Senin (22/2) seluas 1,5 hektare.


Selain itu, juga ada lahan milik N. Jarot (55) dengan luas lahan yang terbakar mencapai 3 hektare.


Untuk mengatasi karhutla di Kabupaten Agam ini, BPBD Kabupaten Agam (Satgas BPBD) bersama Damkar, Polri, TNI, pemerintah kecamatan, nagari dan masyarakat, telah melakukan lanjutan pemadaman lahan yang terbakar.


“Untuk kondisi saat ini api mulai membesar pada pukul 12.30 WIB dan masih dilakukan pemadaman. BPBD Sumbar telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Agam,” ungkap Erman Rahman.


Tidak hanya di Kabupaten Agam, karhutla juga terjadi di Kabupaten Padang Pariamaan. Di daerah ini karhutla terjadi di Korong Rimbo Batang Harau, Nagari Tapakih, Kecamatan Ulakan Tapakih.


Cuaca panas dan kondisi atau tanah yang sudah kering disertai angin kencang telah terjadi kebakaran hutan dan lahan kebun sawit warga sekitar 1,5 hektare. “Saat ini Satgas TRC PB BPBD Kabupaten Padang Pariaman, dan masyarakat setempat melakukan dan berupaya untuk memadamkan api,” ungkapnya.


Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar, Rumainur mengungkapkan, karhutla di Kabupaten Agam ini sudah empat kali terjadi. Juga ada karhutla di Harau Kabupaten Limapuluh Kota.


Karhutla juga melanda lahan di Bukit Selayang Pandang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), dengan luas lahan yang terbakar 1,5 hektare. “Kalau ditotal lahan yang terbakar itu mencapai 30 hektare. Yang terparah itu di Kabupaten Agam, bahkan data BPBD Kabupaten Agam karhutla di Agham mencapai luas lahan 23 hektare,” ungkapnya.


Seluruh BPBD Kabupaten dan Kota saat ini sudah standby untuk mengatasi karhutla. Saat ini intensitas hujan masih ringan, sehingga potensi karhutla masih tinggi. 


Dia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membersihkan lahan ladang. Termasuk juga pembakaran sampah. 


Di Sumbar daerah yang rawan terjadinya karhutla umumnya di kabupaten. Seperti Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan, Pesisir Selatan Limapuluh Kota.


(eds)

×
Berita Terbaru Update