Kemarau Melanda, Dinas Kesehatan Sumbar Ingatkan Warga Waspadai Ancaman Diare

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Kemarau Melanda, Dinas Kesehatan Sumbar Ingatkan Warga Waspadai Ancaman Diare

Sabtu, 20 Februari 2021 | 12:01 WIB Last Updated 2021-02-20T05:01:27Z
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Arry Yuswandi.

 

MJNews.id - Dinas Kesehatan Provinsi (Dinkes) Sumatera Barat mengingatkan warga akan ancaman penyakit diare selama musim kemarau ini.


“Kalau di masa peralihan musim hujan ke musim kemarau, yang menjadi ancaman itu menyakit demam berdarah. Namun, jika musim kemarau ini yang perlu diwaspadai ancaman penyakit diare,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, Jumat (19/2/2021).


Kenapa penyakit diare? 


Arry mengungkapkan, faktor penyebab penyakit diare ini, salah satunya adalah kekurangan air. Namun, meskipun demikian, hingga saat ini Dinkes Sumbar, belum satu pun menerima laporan adanya masyarakat yang terserang penyakit diare secara massal, akibat kekeringan di musim kemarau ini.


Untuk mengantisipasi serangan penyakit diare terhadap masyarakat di musim kemarau ini, Arry meminta seluruh puskesmas yang ada di seluruh daerah, agar tetap memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Kita minta agar seluruh puskesmas jangan lengah dengan kondisi kemarau saat ini. Tetap maksimalkan pelayanan kesehatan,” imbaunya.


Seperti diketahui, warga di Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, kini mengalami kesulitan air bersih. Kondisi tersebut disebabkan karena mata air di perbukitan dan sumur kering akibat musim kemarau yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.


Untuk jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Kelurahan Batang Arau yakni sekitar 500 KK lebih dari jumlah total KK di Kelurahan Batang Arau sebanyak 1.300 KK.


Di kelurahan ini, sejumlah warga terlihat antre di kamar mandi umum taman dan pedestarian Siti Nurbaya, sambil membawa jeriken, ember, dan baskom, untuk mendapatkan air bersih yang baru saja disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.


Warga yang mengantre di kamar mandi umum tersebut tidak hanya berasal dari kawasan sekitar tapi juga warga yang tinggal di kawasan perbukitan dimana mereka harus berjalan kaki ke kamar mandi umum sekitar 1 kilometer.


(eds)

×
Berita Terbaru Update