Lewat Koordinasi Terintegrasi, Pemkab Pessel Kurangi Risiko Dampak Bencana

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 28 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.182 228 27.470 644
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Lewat Koordinasi Terintegrasi, Pemkab Pessel Kurangi Risiko Dampak Bencana

Sabtu, 13 Februari 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-02-13T13:00:05Z
Plh. Sekkab Pessel, Muskamal.

MJNews.id - Kerja sama yang terintegrasi dengan berbagai pihak, akan memberikan pengaruh positif bagi daerah dalam mengurangi risiko dampak bencana. Sebab melalui kerja sama yang terintegrasi itu, semua unsur akan merasa memiliki tanggung jawab, termasuk juga unsur yang ada di masyarakat.  


Berdasarkan hal itu, maka koordinasi dan kerja sama yang terintegrasi dengan berbagai pihak itu, perlu terus ditingkatkan, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).  


Demikian disampaikan Plh. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pessel, Muskamal, Kamis (11/2/2021) di Painan.


Dikatakannya, bila kesadaran dan rasa tanggung jawab dalam menghadapi berbagai dampak bencana sudah dimiliki oleh semua elemen yang ada di masyarakat. Maka dampak kerugian besar bila bencana terjadi bisa diminimalisir.


"Dampak kerugian besar terhadap ancaman berbagai bencana akan bisa diminimalisir bila kesadaran dan rasa tanggung jawab dalam menghadapi berbagai dampak bencana tersebut sudah dimiliki oleh semua elemen yang ada di masyarakat, termasuk juga di Pessel," katanya.

 

Dia menjelaskan bahwa keselamatan jiwa masyarakat dari ancaman bencana merupakan pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar.


Dari itu kesiagaan perlu dilakukan, mengingat sebagian besar pemukiman warga di Pessel berada pada zona merah. Baik zona merah tsunami, tanah longsor, banjir, dan abrasi.


"Secara geografis, sebagian besar pemukiman penduduk di Pessel berada pada radius 0-3 kilometer dari bibir pantai. Mereka yang tinggal di kawasan ini jelas berada pada zona merah tsunami, belum lagi yang berdomisili di sepanjang bibir sungai dan lereng perbukitan yang rawan banjir dan rawan longsor. Karena berbagai ancaman itu, sehingga juga perlu disikapi dengan kewaspadaan," ujarnya.


Lebih jauh dijelaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan simulasi kampung siaga bencana perlu lebih dimaksimalkan ke depan.


"Karena upaya itu termasuk salah satu langkah dalam menyikapi resiko bencana, yang tentunya dengan melibatkan masyarakat dan unsur terkait lainnya," tutup Muskamal.


(*/myd)

×
Berita Terbaru Update