OPD di Pemko Sawahlunto agar Punya Program Inovatif

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 6 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.646 247 27.982 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

OPD di Pemko Sawahlunto agar Punya Program Inovatif

Rabu, 03 Februari 2021 | 05:00 WIB Last Updated 2021-02-02T22:00:04Z
Walikota Sawahlunto, Deri Asta

MJNews.id - Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kota Sawahlunto agar punya program yang inovatif.


"Saatnya program yang inovatif lebih dikembangkan di pemerintahan kota ini dalam upaya memberikan pelayanan lebih baik pada masyarakat," kata Walikota Sawahlunto Deri Asta, Selasa (2/2/2021).


Dikatakannya, program inovatif sudah harus guna memenuhi pelayanan lebih baik pada masyarakat. Reformasi dalam birokrasi pemerintahan membutuhkan inovasi terbaru sampai di tingkat satuan kerja terkecil.


Dikemukakan walikota, satuan kerja yang tidak punya program inovatif, tentu akan tertinggal. Selama ini sudah ada program yang inovatif tumbuh dari OPD. Saat ini hingga kedepan program yang inovatif lebih banyak tumbuh lagi.


"Ke depan, program inovatif yang tumbuh dari OPD terus kita evaluasi. Melihat, efisiensi dan efektif serta maslahat pelayanan diberikan pada masyarakat. Program yang memberikan maslahat besar kita pakai," ujar Deri.


Lebih jauh dikemukakannya, beberapa desa pun berinovasi menggunakan alokasi dana desa untuk lebih bergerak ekonomi warganya. Desa Kubang Tangah mengalokasikan alokasi dana desa (ADD) menyediakan bibit bawang merah bagi petani. Desa Muarokalaban membantu benang bagi perajin tenun songket.

 

Pemerintah kota, sebut Deri, di 2021 minta kepala desa mengalokasikan 20 persen dari ADD di APBDes untuk lebih bergerak dan mendorong ekonomi warganya. Diharapkan program inovatif dari desa akan tumbuh lebih besar.

 

"Program inovatif yang ditumbuhkan OPD selama ini diapresasi pemerintah pusat, dengan diperoleh penghargaan Inovatif Government Award 2020," tutur Deri.


Dijelaskannya, penghargaan itu diterima atas inovasi dilakukan Dinas Kesehatan, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM), Dinas Pariwisata dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan.


(arm/rfd)

×
Berita Terbaru Update