Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 23 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.750 230 26.991 642
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Para Pejabat Tanah Datar Mulai Divaksin Covid-19

Selasa, 02 Februari 2021 | 15:40 WIB Last Updated 2021-02-02T21:52:09Z
Seorang pejabat dari jajaran Forkopimda Tanah Datar sedang menjalani prosesi penyuntikan vaksin Covid-19, usai dicanangkan bupati Tanah Datar, Selasa (2/2/2021). (musriadi musanif)

MJNews.id - Para pejabat yang tergabung ke dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tanah Datar, Selasa (2/2/2021) mulai divaksin, sebagai salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid-19.


Kepala Dinas Kesehatan Yesrita Z menjelaskan, vaksinasi untuk jajaran pimpinan itu dilakukan, setelah dilakukan pencanangan oleh bupati Tanah Datar yang diwakili Sekda Irwandi.


Setelah pencanangan yang ditandai dengan pemberian vaksin untuk para pejabat itu, ujarnya, vaksinasi untuk tahap pertama ini akan diberikan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di Luak nan Tuo tersebut, di antaranya dokter, perawat, asisten tenaga kesehatan, dan lain-lain. Sedangkan elemen masyarakat lainnya akan diberi vaksin pada tahap berikutnya, setelah pejabat pemerintah, anggota TNI, kepolisian dan Aparatur Sipil Negara (ASN).


"Seluruh Puskesmas sudah kita mulai melakukan vaksinasi usai pencanangan ini. Jadwalnya sudah diatur di Puskesmas pelaksana. Teknisnya diatur sedemikian rupa, sesuai acuan vaksinasi Covid-19 yang sudah ditetapkan," katanya.


Para pejabat yang sudah diberi suntikan vaksin usai pencanangan kemarin, terdiri dari Kapolres AKBP Rahmaf Hari Purnomo, Dandim 0307/TD Letkol Inf. Wisyudha Utama, Rani Suryani dari Pengadilan Negeri, dan Kepala Kesbangpol Irwan. Sementara Sekda Irwandi, ketua DPRD Rony Mulyadi Dt. Bungsu, dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri batal divaksin, karena kondisi kesehatgannya tidak memenuhi syarat untuk menjadi penerima vaksin.


Irwandi dalam sambutannya menyatakan, pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya penurunan produktifitas dan kualitas kesehatan masyarakat. Untuk itu, ujarnya, semua elemen terkait harus bekerja sama dan saling mendukung dalam upaya menegakkan protokol kesehatan, sekaligus berpartisipasi aktif dalam progeam vaksinasi tersebut.


Dijelaskan, vaksinasi yang dilakukan merupakan salah satu upaya untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, menvapai kekebalan kelompok di masyarakat, dan melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produkf, baik secara sosial maupun ekonomi.


"Vaksin dikembangkan dari berbagai platform, di antaranya vaksin inaktivasi, vaksin virus yang dilemahkan, dan vaksin subunit protein. Bila dinilai dari sisi ekonomi, vaksinasi jauh lebih hemat dibanding biaya pengobatan," tegasnya.


Menyinggung soal kegiatan pencanangan vaksinasi, Irwandi menjelaskan, hal itu dipandang penting agar masyarakat lebih yakin, terkait program dan strategi pemerintah dalam penanggulangan Covid-19 di Tanah Datar khususnya, Indonesia pada umumnya.


(mus)

×
Berita Terbaru Update