PT SEML Solok Selatan Evaluasi dan Klarifikasi Terkait Video Viral Beredar

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

PT SEML Solok Selatan Evaluasi dan Klarifikasi Terkait Video Viral Beredar

Selasa, 23 Februari 2021 | 08:25 WIB Last Updated 2021-02-23T21:03:08Z
Sejumlah awak media dan Pemkab Solsel diajak ke lokasi sumur yang viral mengeluarkan asap didampingi Site Support Manejer Yulnofrins Napilus. (ist)

MJNews.id - PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) melakukan evaluasi dan klarifikasi terkait dengan viralnya sebuah video dimedia sosial terkait dengan uap yang keluar dari sumur cadangan, Senin (22/2/2021).


Acara tersebut langsung dipimpin Site Support Manager Yulnofrins Napilus didampingi Humas Relesion M Roza. Turut dihadiri Kapolres Solsel Tedi Agus Purnanto, Kabid Lingkungan LH Muhaimin, Camat Pauh Duo Deswarni, Wali Nagari Pauh Duo, Pauh Duo Nan Batigo, Kabag Humas, Kabid Kominfo, Danramil, Kabag Ops, Kasat Reskrim, puluhan jurnalis Solok Selatan.


Site Support Manager Yulnofrins Napilus mengatakan semburan uap yang terjadi di areal perusahaan pembangkit listrik yang sempat viral bebera waktu lalu itu tidak beracun dan tidak mudah terbakar.


Yulnofrins menjelaskan semburan uap itu terjadi karena pelepasan katup pengaman otomatis (Rupture Disk) sehingga menyebabkan keluarnya semburan uap.


"Itu merupakan proses operasi yang normal dan biasa. Bukan insiden yang tidak diinginkan dan tidak menimbulkan kerugian," jelas Nofrin.


Dia menegaskan semburan uap tersebut sesuai dengan skenario desain dimana kelebihan uap dalam sistem dikeluarkan ke udara terbuka melalui cerobong besar (AFT-atmospheric flash tank).


"Semburan uap air biasa dan tidak mengandung gas beracun ataupun mengandung gas yang mudah terbakar," tegas Nofrins.


Nofrin menambahkan proses terjadinya uap tersebut yakni dari pengeboran dengan lebar tiga puluh centimeter pada kedalaman 2-3 kilometer atau sampai didapatkan suhu panas 240 derajat celcius memanaskan air yang meresap. Alhasil tercipta uap yang dialirkan ke turbin pembangkit listrik.


Perusahaan ini bukan perusahaan asal-asalan, semua sudah diperhitungkan secara matang, termasuk keamanan didalam perusahaan. Setiap jam dilakukan pengecekan, patroli hampir setiap hari bahkan dimalam hari.


Nofrin mengakui masih banyak warga yang memiliki lahan peladangan di lokasi SEML ini. Pihak perusahaan belum mau melarang warga beraktivitas di ladang mereka.


"PT Supreme Energy tidak akan menganggu masyarakat sekitar atau peladang, karena warga yang berladang disana sudah ada dalam daftar warga berada dilokasi," tegasnya.


Diakuinya, memang kecolongan dengan aktivitas warga yang selalu ada jalan tikus untuk masuk ke areal perusahaan, sehingga terjadi informasi yang tidak benar dengan masuk tanpa izin mengambil video tanpa izin juga.


Sebenarnya dalam informasi yang beredar itu pelakunya penyebar video itu sudah diketahui melanggar undang-undang ITE, dan sangat menganggu kenyamanan masyarakat. 


"Pihak kami belum sejauh itu untuk melaporkan hal ini ke pihak kepolisian. Pikir-pikir dulu," ucap Nofrin.


Sementara Dinas Lingkungan Hidup (LH) dan Perumahan Pemukiman (Perumkin) Kabupaten Solok Selatan (Solsel), saat itu juga mengklarifikasi, pihaknya belum melakukan pengujian kualitas udara pasca semburan uap PT Supreme Energi Muara Laboh (SEML) pada 8 Januari 2021 yang lalu.


Kepala bidang Penataan peningkatan kapasitas lingkungan (P2kl) Murtamin mengatakan tidak dilakukannya pengujian kwalitas udara karena ketiadaan peralatan di Dinas tersebut.


Murtamin menyebutkan pihaknya tidak mengetahui semburan uap itu memiliki dampak negatif terhadap pernapasan manusia atau perubahan iklim cuaca.


"Kami tidak memiliki peralatan melakukan pengujian uap, yang ada hanya peralatan untuk menguji partikel seperti debu," kata Murtamin saat Pers release PT SEML bersama wartawan dan pihak terkait di lokasi Perusahaan pembangkit listrik tersebut.


Dia berharap PT SEML dapat melaporkan secara berkala hasil pengujian kwalitas udara terkait semburan uap tersebut.


"Kita berharap PT SEML menyampaikan laporan hasil pengujian kwalitas udara yang mereka lakukan, sehingga kita juga bisa menjelaskan jika ada pertanyaan mengenai semburan uap itu," katanya.


Sementara itu Site Support Manager PT SEML Nofrin Napilus menambahkan lagi, pihaknya sudah klarifikasi kepada kepala Teknik Panas Bumi, PT SEML Wahyu Mulyana sekaitan semburan uap tersebut yang disampaikan tertulis kepada Direktur Panas Bumi/Kepala Inspektur Panas Bumi, Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM.


 "Uap yang disemburkan saat kejadian merupakan uap air biasa dari proses pengolahan uap geothermal dan tidak mengandung gas beracun yang mudah terbakar," kata Nofrin.


Hal ini katanya, karena sistem dan proses semburan tersebut memang sengaja dirancang otomatis terjadi dalam kondisi tertentu yaitu saat terjadi kelebihan jumlah uap.


Perancangannya ditegaskanya, sudah mempertimbangkan lokasi semburan (jauh dari keramaian dan lokasi pemukiman), tekanan dan temperatur semburan. Untuk keperluan tersebut, selain di lokasi ML-F, AFT sebagai tempat keluaran uap otomatis seperti ini dibangun pula di beberapa lokasi lainnya.


"Ringkasnya, semburan otomatis ini memang sengaja dirancang bangun untuk bekerja secara otomatis sebagai pengaman sistem keseluruhan bila terjadi kelebihan jumlah uap yang seharusnya dialirkan ke turbin," jelasnya.


Dia melanjutkan semburan uap tersebut terjadi selama setengah jam sehingga tidak ada pengaruh terhadap iklim atau cuaca. Sekaitan pengujian kualitas udara pihaknya melakukan secara rutin dan melaporkan ke pihak terkait secara berkala.


"Laporan hasil pengujian kualitas udara kami sampaikan secara berkala kepada pihak-pihak terkait termasuk Dinas LH Solok Selatan," katanya.


(abg/ems)

×
Berita Terbaru Update