Sempat Viral di Medsos, Anak Keluarga Miskin Sherin Akhirnya Bisa Sekolah Kembali

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 25 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
28.919 220 27.229 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Sempat Viral di Medsos, Anak Keluarga Miskin Sherin Akhirnya Bisa Sekolah Kembali

Selasa, 23 Februari 2021 | 15:25 WIB Last Updated 2021-02-23T20:08:16Z
Kepala SDN 03 Pakan Labuah, Supriati memberikan pakaian dan alat tulis kepada Sherin agar dapat mulai sekolah kembali. (ist)

MJNews.id - Sherin (10 tahun) warga Koto Katiak Kelurahan Pakan Labuah, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Bukittinggi yang sempat viral di media sosial karena tidak bersekolah, mulai Rabu (24/02/2021) sudah dapat bersekolah kembali.


Kepastian Sherin dari keluarga kurang mampu itu sudah dapat bersekolah, disampaikan Kepala SDN 03 Pakan Labuah Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Supriati, M.Pd di sekolahnya, Selasa (23/2/2021).


“Ya, mulai besok (Rabu, 24/2/2021), Sherin sudah dapat bersekolah di SDN 03 Pakan Labuah. Ia bersama orangtuanya Nia dan didampingi pejabat dari Disdikbud Bukittinggi mengantarkan Sherin ke sekolah tersebut agar dapat diterima untuk belajar di sekolah tersebut," ujar Supriati.


Kedatangan Sherin bersama orangtuanya yang didampingi Pengawas sekolah wilayah ABTB H. Firdaus, SN, Buya Safrizal, M.Hi dan Rika Febsiana, M.Pd pejabat Disdikbud disambut Kepala SDN 03 Pakan Labuah Kecamatan ABTB Supriati dan sejumlah majelis guru.


Dikatakan Supriati, mulai besok Sherin tidak saja dapat belajar bersama teman-temannya, Sherin juga diberikan baju batik dan baju olahraga secara gratis serta alat-alat tulis oleh pihak sekolah. Sementara, untuk pakaian seragam putih-merah dan pakaian pramuka serta sepatu disumbangkan dari pejabat yang baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi.


Pihak sekolah menyampaikan kepada orangtua Sherin, setelah diterima di sekolah ini agar belajar dengan giat dan rajin. Tidak boleh libur jika hanya untuk berjualan. Pihak sekolah membolehkan berjualan membantu orangtuanya tetapi dilakukan setelah pulang sekolah. Di masa Covid-19 ini, lanjut Supriati, murid belajar hanya sampai pukul 11.00 WIB.


Terpisah, Kepala Disdikbud Bukittinggi Melfi mendengar ada seorang anak yang tidak bersekolah padahal umurnya sudah 10 tahun, langsung datang ke rumah anak tersebut. Sherin tinggal bersama orangtuanya di Koto Katiak Kelurahan Pakan Labuah, Kecamatan ABTB, Bukittinggi dan langsung menanyakan kepada Sherin dan orangtuanya apakah mau bersekolah.


Melfi menugaskan pengawas sekolah dan pejabat terkait untuk mengurus agar Sherin dapat bersekolah. Akhirnya, Kepala SDN 03 Pakan Labuah bersedia menerima karena dekat dengan tempat tinggalnya Sherin.


“Pihak Disdikbud Bukittinggi cepat tanggap dan langsung merespon berita viral anak tidak bersekolah ini. Hal ini bukti kita serius menangani masalah pendidikan di kota ini. Sejak dulu Pemko Bukittinggi telah menyatakan tidak boleh ada anak tidak bersekolah di negeri Rang Kurai ini jika hanya masalah ekonomi. Pendidikan itu adalah hak dasar yang harus dinikmati oleh semua anak-anak di kota ini," ujarnya.


Untuk diketahui, Sherin anak kedua dari empat bersaudara. Orangtua lelakinya masuk penjara. Ia bersama adiknya tinggal dengan ibunya yang ber-KTP Padang tinggal di Koto Katiak Pakan Labuah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Sherin bersama kakaknya berjualan kacang padi di Simpang Tigo Baleh sampai ke Aur Kuning.


(ril)

×
Berita Terbaru Update