Setelah Divaksin, Pejabat Pasbar Mengaku Tak Ada Efek Samping

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 7 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.706 249 28.022 654
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Setelah Divaksin, Pejabat Pasbar Mengaku Tak Ada Efek Samping

Rabu, 03 Februari 2021 | 09:27 WIB Last Updated 2021-02-03T19:39:05Z
Sekda Pasaman Barat, Yudesri menjadi peserta pertama yang divaksin Sinovac pada pancanangan vaksin Covid-19 di aula kantor bupati, Selasa (2/2/2021). (ist)

MJNews.id - Pasca disuntik vaksin Sinovac Selasa (2/2/2021), sejumlah pejabat di Kabupaten Pasaman Barat mengaku sehat. Vaksin yang telah disuntikkan ke dalam tubuh mereka tidak menimbulkan gejala atau efek samping.


Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K mengatakan, ia salah seorang yang disuntik vaksin sinovac pada hari pencanangan vaksin Covid-19 di Aula Kantor Bupati.


Pasca disuntik, dia tidak merasakan efek samping apa-apa. Badan dan kesehatannya normal. "Tidak ada gejala apa-apa, sakit tidak, panas tidak. Pokoknya biasa dan seperti biasa saja. Vaksin Sinovac ini aman," katanya.

 

Hal yang sama juga dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda), Yudesri. Setelah menerima vaksin tersebut ia mengaku sehat tanpa ada gejala apa-apa. "Tubuh menerima vaksin dengan aman. Insya Allah imunitas saya sekarang semakin kuat untuk menolak virus corona apabila ada yang masuk ke tubuh saya," ujarnya.


Begitu juga Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Jhon Hardi. Setelah disuntikkan vaksin Sinovac, ia tetap beraktifitas seperti biasa. Tidak ada efek samping atau gejala lain yang timbul. "Tidak ada gejala atau efek samping, normal saja," tukasnya.


Untuk itu, katanya, masyarakat tidak perlu khawatir lagi apabila akan divaksin sinovac. Vaksin tersebut betul-betul aman dan halal. Ia dan sepuluh orang pejabat esensial di Pasaman Barat sudah mencoba terlebih dahulu divaksin. Hasilnya, semua aman dan sehat-sehat saja.


Sebelumnya, Sekda Yudesri mengatakan, vaksinisasi Covid-19 yang dilakukan merupakan langkah dan upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


"Selain terhadap 10 orang pejabat, juga hari ini dilakukan vaksinisasi kepada 1.830 orang tenaga kesehatan di 20 Puskesmas dan di rumah sakit serta klinik yang ada," katanya.


Ia menyebutkan, vaksinisasi di Pasaman Barat akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal terhadap 10 orang pejabat dan tenaga kesehatan, setelah itu baru yang lain sesuai petunjuk vaksinisasi.


Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Jon Hardi didampingi Ketua Panitia Pencanangan Vaksinisasi Suhandi Lubis mengatakan, untuk tahap awal vaksin dilakukan terhadap 10 orang pejabat atau Forum Komunikasi Pimpinan Daerah serta 1.830 tenaga kesehatan.


"Vaksinasi ini dilakukan secara bertahap dan setelah ini baru ke masyarakat. Vaksin ini merupakan upaya pemerintah untuk mengatasi penyebaran Covod-19," katanya.


Menurutnya, bagi yang divaksin hari ini, maka 14 hari ke depannya kembali divaksin.


(dik)


loading...

×
Berita Terbaru Update