Stok Dalam Negeri Melimpah Koq Masker Medis Masih Diimpor?

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 1 Maret 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.204 229 27.500 647
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Stok Dalam Negeri Melimpah Koq Masker Medis Masih Diimpor?

Senin, 15 Februari 2021 | 23:41 WIB Last Updated 2021-02-15T20:54:07Z
Ilustrasi. Masker Medis

MJNews.id - Produksi masker medis dari produsen lokal sudah melampaui kebutuhan dalam negeri. Sayangnya, para produsen masih harus bersaing dengan masker medis impor.


Berdasarkan data yang diperoleh dari Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki), tingginya kapasitas produksi membuat stok masker medis di Indonesia melimpah.


Selama periode Juli-Desember 2020, angka produksi masker medis dalam negeri mencapai sekitar 3,1 miliar lembar, dengan rincian 350,5 juta lembar per bulan. Sementara, kebutuhan dalam negeri selama periode tersebut hanyalah 129,8 juta lembar. Artinya, ada kelebihan stok hingga 2,97 miliar lembar.


"Kesimpulannya, kapasitas industri dalam negeri sudah jauh melampaui kebutuhan dalam negeri," kata Kepala Bidang I Promosi Produk Dalam Negeri Aspaki Erwin Hermanto, seperti diwartakan detikcom, Senin (15/2/2021).


Sayangnya, meski stok masker media lokal melimpah, para produsen masih harus bersaing dengan masker medis impor. Bahkan, para produsen terpaksa menahan sebagian kapasitas produksinya.


"Bahkan pada saat ini mayoritas produsen masker dalam negeri hanya menggunakan sebagian dari kapasitas produksi karena banyaknya ketersediaan produk masker di pasar terutama produk impor," jelas Erwin.


Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak 12 ribu ton masker medis impor yang masuk ke Indonesia. Rinciannya 2.620 ton masker bedah dari bahan tekstil; 9.499 ton masker lainnya dari bahan tekstil selain masker bedah; dan 750 ton masker gas dilengkapi bagian mekanis maupun filter yang dapat diganti.


Dari ketiga jenis tersebut, negara pengimpor terbesar adalah China, Singapura, dan sebagainya.


Untuk nilai impor masker media sepanjang 2020 mencapai US$ 223,5 juta atau setara Rp 3,1 triliun (kurs Rp 13.994).


Kemudian, sepanjang Januari 2021, tercatat 3.261 ton masker medis diimpor ke Indonesia dengan nilai US$ 26,74 juta atau setara Rp 371 miliar.


Harga Masih Tinggi

Meski stok melimpah, harga masker medis di pasaran masih tinggi. Misalnya masker merek Sensi jenis 3 ply earloop yang masih di atas Rp 100.000 per box berisi 50 lembar. Padahal, sebelum pandemi harganya tak sampai Rp 100.000/box. Begitu juga dengan masker-masker merek lain yang harganya masih tembus ratusan ribu rupiah, seperti merek Evo Plusmed, lalu merek 3M N95 yang harga satuannya pun naik drastis sekitar Rp 30.000-60.000, dan masker lain yang harganya masih terbilang mahal.


Menurut Erwin, harga masker di pasaran saat ini terbilang stabil. "Saat ini harga masker sudah bisa terbilang normal dan sangat terjangkau," tutur dia.


Ia mengaku, harga masker medis di Indonesia memang belum bisa kembali pada level sebelum pandemi Covid-19. Pasalnya, harga bahan baku masker masih tinggi.


"Saat ini harga bahan baku masker masih di atas masa sebelum pandemi. Jadi sewajarnya harga belum bisa seperti pandemi, walaupun sekarang rata-rata harga masker sudah sangat-sangat terjangkau karena kelebihan supply di pasar," terang Erwin.


Ia mencatat, harga bahan baku masker meningkat 48% dibandingkan masa sebelum pandemi sehingga menyebabkan harga jual masker belum kembali seperti sebelum pandemi. "Sekitar 48% dari sebelum pandemi," pungkas dia.


(*/dtc)

×
Berita Terbaru Update