Sudah Tiga Tahun, Tol Ruas Padang-Sicincin Baru Selesai 36 Persen

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Info Covid-19 Sumatera Barat Selengkapnya >

Update 22 April 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
35.202 433 32.188 762
sumber: corona.sumbarprov.go.id


Sudah Tiga Tahun, Tol Ruas Padang-Sicincin Baru Selesai 36 Persen

Kamis, 18 Februari 2021 | 21:00 WIB Last Updated 2021-02-18T19:02:29Z

 


MJNews.id - Tiga tahun sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo, progres pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru (ruas Padang-Sicincin) hanya mencapai 36,34 persen. Saat ini, pengerjaan masih berlangsung, dilaksanakan PT Hutama Karya.


”Ya, progres saat ini 36,34 persen. Terdiri dari pengadaan lahan sepanjang 6 Km dari rencana 37 Km atau 14 persen pengadaan lahan. Untuk pengadaan lahan dilakukan oleh PUPR dan BPN,” sebut Project Director PT Hutama Karya Ruas Tol Padang-Sicincin, Marthen Robert Singal, Kamis (18/2/2021).


Sebelumnya, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I Akhmad Cahyadi menyampaikan di hadapan rombongan Komisi V DPR RI, dimana progres terakhir pembangunan jalan tol dengan panjang total 256 Km tersebut baru 36,34 persen.


Seperti diketahui, tol Padang-Pekanbaru terbagi menjadi enam seksi, yakni Padang-Sicincin (36,6 Km), Sicincin-Bukittinggi (39,9 Km), Bukittinggi-Payakumbuh (32 Km), Payakumbuh-Bangkinang (45 Km), Bangkinang-Pangkalan (60,6 Km) dan Pangkalan-Pekanbaru (40 Km).


Dari total enam seksi tersebut, saat ini yang sudah tahap konstruksi adalah Seksi I dan Seksi VI. Khusus untuk seksi Padang-Sicincin yang ditinjau oleh Komisi V DPR saat ini progres konstruksinya baru sebesar 36,34 persen. Hal tersebut disebabkan kendala proses pembebasan tanahnya.


Cahyadi mengatakan, tantangan konstruksi tol Padang-Pekanbaru lainnya adalah pembangunan yang akan melewati gunung Bukit Barisan. Rencananya beberapa lokasi tol akan dilengkapi terowongan yaitu di seksi Sicincin-Bukittnggi sepanjang 6 Km, Bukittinggi-Payakumbuh sepanjang 4 Km dan Payakumbuh-Pangkalan sepanjang 10 Km.


”Semua masih dalam proses kajian, evaluasi dan desain yang kita siapkan setelah kedua seksi yang saat ini sudah konstruksi kita selesaikan,” sebut Cahyadi.


Komisi V DPR mendorong percepatan konstruksi tol Trans Sumatera ruas Padang-Pekanbaru ini.


Anggota Komisi V DPR, Athari Gauthi Adri menyatakan dukungan percepatan pembangunan tol Padang-Pekanbaru, termasuk proses pengadaan tanahnya.


Menurutnya, keberadaan tol tersebut nantinya dapat membuka peluang-peluang ekonomi untuk kemajuan Sumbar.


”Mari kita dorong pembangunan tol Padang-Pekanbaru ini segera rampung. Karena ini akan menjadi urat nadi perekonomian Sumbar ke depan,” sebutnya.


Disebutkannya, hadirnya tol akan memangkas waktu perjalanan Padang degan Pekanbaru, Riau. Jika rata-rata waktu tempuh saat ini memakan waktu 8 jam, dengan tol nanti bisa ditempuh dengan waktu 2,5 jam saja.


”Sumbar adalah penghasil dan pemasok bahan pangan bagi daerah tetangga. Jika mobilitas barang kita ke Riau lancar, maka pasar produk pertanian Sumbar makin besar. Secara tidak langsung akan meningkatkan kesejahteraan petani Sumbar,” ujarnya.


Sebelumnya, Kepala Bidang Pertanahan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sumbar, Darmansyah, menjelaskan, untuk tahap satu sepanjang 4,2 Km sudah tuntas pembebasan lahan. Sekarang melanjutkan pembebasan untuk tahap dua sepanjang 32,4 Km. Secara keluruhan tanah yang bebas baru sepanjang 5,86 Km atau 16,02 persen.


”Untuk tahap 0-4,2 itu sudah selesai pembebasan lahan. Untuk tahap II itu kita ada kendala karena sempat ada perubahan penetapan lokasi, termasuk kita digugat oleh pemilik tanah dan kita kalah di Mahkamah Agung. Meski begitu, prosees pembebasan masih tetap berjalan,” katanya.


(yse/eds)


loading...



×
Berita Terbaru Update