Syarat Pemulihan Ekonomi Indonesia, Vaksinasi Covid-19 Harus Berhasil

Notification

×

Adsense2

Adsense3

Info Perkembangan Virus Corona

Data Covid-19 Sumatera Barat Berita Selengkapnya >

Update 27 Februari 2021


Positif Dirawat Sembuh Meninggal
29.098 219 27.419 643
sumber: corona.sumbarprov.go.id

loading...

Syarat Pemulihan Ekonomi Indonesia, Vaksinasi Covid-19 Harus Berhasil

Sabtu, 20 Februari 2021 | 02:40 WIB Last Updated 2021-02-20T15:44:35Z
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

 

MJNews.id - Vaksinasi Covid-19 harus berjalan sukses. Sebab, vaksinasi merupakan akan jadi penentu penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.


Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah mengatakan, vaksinasi adalah game changer bagi pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, proses ini harus berjalan lancar.


"Kita punya kepentingan untuk pulih lebih cepat, agar mampu memanfaatkan aliran modal masuk ke pasar dalam negeri, memperkuat fundamental ekonomi, sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi, sebelum badai kembali datang," katanya, Selasa (16/2/2021).


Menurutnya, keberhasilan vaksinasi bisa mempercepat pengendalian penyebaran Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Namun, jika gagal akan membuat Covid-19 makin tidak terkendali. Hal itu juga membuat Indonesia sulit bangkit dari keterpurukan ekonomi.


"Pada titik ini, kita harus yakin program vaksinasi akan berhasil dengan baik," jelasnya, seperti diwartakan detikcom.


Dia menjelaskan, momentum keberhasilan pelaksanaan vaksinasi sangat penting bagi akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Apalagi sejauh ini, perekonomian nasional sudah melewati masa-masa genting.


Memang, pada triwulan II 2020 pertumbuhan ekonomi terkontraksi hingga -5,32%. Tetapi setelah itu trend pertumbuhan ekonomi menunjukkan perbaikan. Pada triwulan III membaik di -3,24% dan triwulan IV sebesar -2,19%. Dengan demikian, secara keseluruhan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun 2020 sebesar -2,07%.


Semua indikator, jelasnya, baik dari sisi pengeluaran maupun dari lapangan usaha menunjukkan ke arah perbaikan.


"Dengan melihat perbaikan tersebut, saya optimis keberadaan vaksin akan semakin mempercepat pengendalian penyebaran Covid-19, sehingga akan semakin mempercepat akselerasi pemulihan ekonomi nasional," terangnya.


Selain program vaksinasi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tetap akan berlanjut pada tahun 2021. Menurutnya, hal itu penting untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.


"Kita akan terus mengawal agar program PEN 2021, agar jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan tahun 2020. Serapan anggaran untuk program yang kurang efektif, perlu dievaluasi ulang untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pemulihan sektor UMKM," tuturnya.


Ubah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi

Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku dirinya sempat mengubah prediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2021. Namun, dia menegaskan prediksinya bahwa ekonomi tetap tumbuh 5%.


Sebelumnya saat memberikan materi di acara rapat pimpinan TNI dan Polri, dia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di 4,3-5,3%. Padahal di dalam APBN, ekonomi ditargetkan tumbuh di level 4,5-5,5%.


"Saya klarifikasi begini, kemarin waktu ada presentasi di pimpinan TNI dan Polri saya sebutkan 4,3-5,3%, tapi di APBN selama ini masih di 4,5-5,5%. Range ini menggambarkan kita optimis di sekitar 5% dari 2021," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/2/2021).


"Sekarang range-nya mungkin agak bergeser, tapi poin estimated kita 5%," ujarnya.


Sri Mulyani meyakini ekonomi Indonesia akan tumbuh tahun ini. Dia mengatakan hal itu akan tercermin pada indikator ekonomi di kuartal I-2021.


Dia mengatakan saat ini ekonomi mulai berjalan dengan akselerasi yang cepat. Bisa saja di kuartal I-2021 ekonomi akan kembali positif.


(*/dtc)

×
Berita Terbaru Update